Daftar Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil: Daging Mentah-Alkohol

Oleh: Sarah Rahma Agustin - 16 Agustus 2019
Dibaca Normal 2 menit
Jenis makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil
tirto.id - Kehamilan merupakan periode yang vital dan sensitif dalam kehidupan perempuan. Ada sejumlah makanan yang dilarang untuk kesehatan ibu hamil. Seperti makanan yang mentah, susu yang belum dipasteurisasi, sampai dengan teh herbal. Hal ini dikarenakan, makanan tersebut berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.

Ibu hamil harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi untuk menjaga kesehatan janin dan juga ibu. Berikut makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil sebagaimana dilansir dari laman Healthline.

Ikan dengan kadar merkuri tinggi

Merkuri merupakan unsur yang sangat beracun dan paling umum ditemukan di air yang tercemar. Jika merkuri dikonsumsi cukup banyak dapat menjadi racun bagi sistem saraf, sistem kekebalan tubuh dan ginjal. Hal ini juga dapat menyebabkan masalah perkembangan serius pada anak-anak.

Biasanya ikan laut yang berukuran besar dapat mengumpulkan merkuri dalam jumlah besar.Oleh karena itu, perempuan hamil disarankan untuk membatasi konsumsi ikan merkuri tinggi tidak lebih dari 1-2 porsi per bulan.

Ikan dengan kadar merkuri tinggi di antaranya hiu, ikan todak, tuna (terutama tuna albacore).

Ikan Mentah

Ikan mentah, terutama kerang, dapat menyebabkan beberapa infeksi berupa virus, bakteri atau parasit, seperti norovirus, Vibrio, Salmonella dan Listeria.

Beberapa dari infeksi ini memengaruhi kondisi ibu, membuat dehidrasi dan lemah. Infeksi lain dapat ditularkan ke bayi yang belum lahir dengan konsekuensi serius, atau bahkan fatal. Perempuan hamil memiliki kemungkinan hingga 20 kali lebih besar untuk terinfeksi oleh Listeria daripada populasi umum. Bakteri ini menyebabkan persalinan prematur, keguguran, lahir mati, dan masalah kesehatan serius lainnya.

Daging kurang matang atau mentah

Perempuan hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi produk daging olahan kecuali jika sudah benar-benar dipanaskan sampai masak.

Makan daging yang kurang matang atau mentah meningkatkan risiko infeksi dari beberapa bakteri atau parasit, termasuk Toxoplasma, E. coli, Listeria dan Salmonella. Bakteri ini dapat menyebabkan kematian bayi atau penyakit neurologis yang parah, termasuk kecacatan intelektual, kebutaan, dan epilepsi.

Telur Mentah

Telur mentah dapat terkontaminasi dengan Salmonella. Gejala infeksi Salmonella biasanya hanya dialami oleh ibu dan termasuk demam, mual, muntah, kram perut dan diare.

Terkadang infeksi dapat menyebabkan kram di rahim, yang menyebabkan kelahiran prematur atau lahir mati. Makanan yang umumnya mengandung telur mentah meliputi telur orak-arik ringan, telur rebus, saus Hollandaise, mayones buatan sendiri, dressing salad, es krim buatan sendiri, kue icings.

Daging Organ

Daging organ adalah sumber nutrisi yang bagus. Namun, terlalu banyak mengonsumsi vitamin A hewani (vitamin A preformed pada daging organ) tidak dianjurkan selama kehamilan. Ini dapat menyebabkan keracunan vitamin A, serta tingkat tembaga yang sangat tinggi, yang dapat menyebabkan cacat lahir dan keracunan hati. Sebaiknya ibu hamil tidak makan daging organ lebih dari sekali seminggu.

Kafein

Ibu hamil umumnya disarankan untuk membatasi asupan kafein mereka hingga kurang dari 200 mg per hari, atau sekitar 2-3 cangkir kopi.

Kafein diserap dengan sangat cepat dan masuk dengan mudah ke dalam plasenta dan janin. Asupan kafein yang tinggi selama kehamilan telah terbukti membatasi pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko berat lahir rendah saat persalinan.

Kecambah Mentah

Kecambah mentah, termasuk kecambah alfalfa, semanggi, lobak dan kacang hijau, dapat terkontaminasi dengan Salmonella. Perempuan hamil disarankan untuk menghindari kecambah mentah sama sekali. Namun, kecambah aman dikonsumsi setelah dimasak.

Produk yang Tidak Dicuci

Saat hamil, sebaiknya anda membilas, mengusap atau memasak buah dan sayur secara menyeluruh. Permukaan buah-buahan dan sayuran yang tidak dicuci atau tidak dikupas mungkin terkontaminasi dengan beberapa bakteri dan parasit.

Ini termasuk Toxoplasma, E. coli, Salmonella dan Listeria, yang dapat diperoleh dari tanah atau melalui penanganan. Jika ibu hamil terpapar Toxoplasmosis biasanya tidak memiliki gejala, sementara yang lain mungkin merasa seperti mereka terkena flu selama sebulan atau lebih.

Sebagian besar bayi yang terinfeksi Toxoplasma saat masih dalam kandungan tidak memiliki gejala saat lahir. Namun, gejala seperti kebutaan atau kecacatan intelektual dapat berkembang di kemudian hari.

Susu, Keju, dan Jus Buah yang Tidak Dipasteurisasi

Susu mentah dan keju yang tidak dipasteurisasi dapat mengandung sejumlah bakteri berbahaya, termasuk Listeria, Salmonella, E. coli dan Campylobacter. Infeksi ini semua dapat memiliki konsekuensi yang berbahaya untuk bayi yang belum lahir.

Bakteri dapat terjadi secara alami atau disebabkan oleh kontaminasi selama pengumpulan atau penyimpanan. Pasteurisasi adalah cara paling efektif untuk membunuh bakteri berbahaya, tanpa mengubah nilai gizi produk.



Alkohol

Wanita hamil disarankan untuk sepenuhnya menghindari minum alkohol, karena meningkatkan risiko keguguran dan kelahiran mati. Bahkan sejumlah kecil dapat berdampak negatif pada perkembangan otak bayi Anda. Ini juga dapat menyebabkan sindrom alkohol janin, yang melibatkan kelainan bentuk wajah, kelainan jantung, dan kecacatan intelektual.

Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji umumnya rendah nutrisi dan tinggi kalori, gula, dan lemak tambahan. Terlebih lagi, tambahan gula telah dikaitkan dengan peningkatan risiko yang dramatis dari beberapa penyakit, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit jantung Kehamilan adalah masa pertumbuhan yang cepat sehingga perempuan hamil membutuhkan peningkatan jumlah nutrisi penting, termasuk protein, folat dan zat besi.

Teh herbal

Ibu hamil sebaiknya hindari mengonsumsi teh herbal yang diramu dengan daun chamomile, raspberry atau rosemary. Walaupun teh herbal tersebut sebenarnya menyehatkan, namun sifatnya bisa berubah menjadi berbahaya jika dikonsumsi berlebihan, karena bisa memicu terjadinya kontraksi.


Baca juga artikel terkait KEHAMILAN atau tulisan menarik lainnya Sarah Rahma Agustin
(tirto.id - Kesehatan)


Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Yulaika Ramadhani
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
DarkLight