tirto.id - Daftar pemain lolos BWF World Tour Finals 2025 sudah lengkap setelah berakhirnya Australian Open 2025. Sebanyak 40 wakil tunggal maupun ganda telah resmi lolos ke turnamen pemungkas rangkaian BWF World Tour 2025. Lalu, berapa wakil Indonesia di ajang tersebut?
BWF World Tour Finals merupakan kejuaraan penutup rangkaian BWF World Tour. Pemain yang tampil di kejuaraan ini adalah atlet badminton yang memiliki prestasi paling bagus dalam rangkaian BWF World Tour 2025.
Pada edisi 2025, BWF World Tour Finals dijadwalkan berlangsung di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, Hangzhou, Cina, pada 17-21 Desember 2025. Sebanyak 5 wakil Indonesia dijadwalkan tampil dalam ajang ini.
Daftar Wakil Indonesia di BWF World Tour Finals 2025
Daftar wakil Indonesia di BWF World Tour Finals 2025 terdiri dari lima wakil. Masing-masing satu pemain tunggal putra, satu tunggal putri, dua pasangan ganda putra, dan satu pasangan ganda campuran.
Jonatan Christie menjadi wakil Indonesia di sektor tunggal putra. Dalam klasemen akhir Race to BWF World Tour Finals 2025, Jojo mengumpulkan 80.740 poin (menurut perhitungan @badmintalk_com) dan berada di urutan 6. Dalam hal ini Jojo harus puas tidak menjadi pemain unggulan saat dilakukannya drawing nanti.
Tiket ke BWF World Tour Finals 2025 diraih Jojo berkat performa impresif di beberapa turnamen besar. Misalnya, menjadi juara Korea Open Super 500, Denmark Open Super 750, Arctic Open Super 500, dan Hylo Open Super 500.
Jojo juga tercatat menjadi runner-up Indonesia Masters Super 500, serta menjadi semifinalis India Open Super 750 dan Orleans Masters Super 300. Kendati tampil kurang bagus di awal tahun, performa naik signifikan di paruh kedua 2025.
Bagi Jojo, ini adalah partisipasi kelimanya di BWF World Tour Finals setelah tahun 2019, 2022, 2023, dan 2024. Capaian tertinggi Jojo di turnamen ini adalah lolos ke babak semifinal pada tahun 2022, 2023 dan 2024.
Di sektor tunggal putra, Jojo akan bersaing dengan tujuh pemain lainnya. Mereka adalah Kunlavut Vitidsarn (Thailand), Li Shi Feng (Cina), Chou Tien Chen (Cina Taipei), Anders Antonsen (Denmark), Christo Popov (Prancis), Shi Yu Qi (Cina), dan Kodai Naraoka (Jepang).
Kemudian dari sektor tunggal putri ada nama Putri Kusuma Wardani. Putri mendapatkan tiket lolos ke BWF World Tour Finals 2025, meski belum pernah juara sepanjang tahun ini.
Namun, prestasi Putri KW juga cukup bagus karena berhasil menjadi runner-up Hylo Open Super 500 dan Australian Open Super 500. Selain itu, Putri juga menjadi semifinalis Korea Open Super 500, Thailand Masters Super 300, dan Swiss Open Super 300.
Bagi Putri, ini adalah partisipasi pertamanya di BWF World Tour Finals. Putri menjadi pemain tunggal putri Indonesia kedua yang pernah ikut BWF World Tour Finals sejak format Tur Dunia ini diperkenalkan tahun 2018. Sebelumnya ada Gregoria Mariska Tunjung yang lolos tahun 2022, 2023, dan 2024.
Putri KW bakal bersaing dengan tunggal putri top dunia. Mereka antara lain An Se Young (Korea Selatan), Wang Zhi Yi (Cina), Han Yue (Cina) Akane Yamaguchi (Jepang), Pornpawee Chochuwong (Thailand), Ratchanok Intanon (Thailand), dan Tomoka Miyazaki (Jepang).
Sementara itu dari ganda putra ada dua nama yang lolos yaitu Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Sabar/Reza ada di peringkat 5 sedangkan Fajar/Fikri di peringkat 8 sehingga terbuka kemungkinan mereka berada dalam satu grup.
Sama seperti Putri, Sabar/Reza lolos tanpa menjuarai satu pun turnamen tahun ini. Catatan terbaik mereka adalah menjadi runner-up Indonesia Open Super 1000, Hylo Open Super 500, dan Macau Open Super 300. Sabar/Reza juga menjadi semifinalis All England Super 1000 dan Australian Open Super 500.
Di sisi lain capaian Fajar/Fikri cukup luar biasa karena mereka baru dipasangkan di Japan Open 2025 pada Juli lalu. Tapi, mereka bisa juara China Open Super 1000 dan semifinalis China Masters Super 750. Prestasi lainnya adalah runner-up Denmark Open Super 750, French Open Super 750, Korea Open Super 500, dan Australian Open Super 500.
Artinya bagi Fajar/Fikri, ini adalah BWF World Tour Finals pertama mereka sebagai pasangan. Sebelumnya Fajar pernah lolos di tahun 2022, 2023, dan 2024 bersama Muhammad Rian Ardianto.
Bagi Fikri, ini juga menjadi pengalaman keduanya lolos ke BWF World Tour Finals setelah tahun 2023 bersama Bagas Maulana. Sedangkan bagi Sabar/Reza, ini menjadi partisipasi keduanya setelah tahun 2024.
Satu wakil Indonesia lain yang menjalani debut di BWF World Tour Finals adalah Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dari ganda campuran. Sepanjang 2025, prestasi mereka cukup mengesankan termasuk saat menjuarai Taipei Open Super 300.
Jafar/Felisha juga menjadi runner-up Australian Open Super 500 serta menjadi semifinalis China Open Super 1000 dan Thailand Masters Super 300.
Sebagai informasi bahwa syarat lolos ke BWF World Tour Finals tidak hanya terpaku kepada perolehan poin. Tetapi, BWF juga membatasi maksimal dua wakil dari setiap negara di sebuah sektor. Artinya walau berada di peringkat 3 Race to BWF World Tour Finals tapi dua pemain di atasnya adalah rekan senegara, tetap saja pemain tersebut tidak lolos.
Hal itu menimpa pemain ganda putri Cina yakni Chen Yu Fei. Walau berada di peringkat 5, tapi ia harus rela gagal lolos karena di atasnya ada teman senegara yaitu Wang Zhi Yi dan Han Yue.
Nasib yang sama juga menimpa Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia) di ganda putra. Demikian pula Li Yi Jing/Luo Xu Min (Cina) di ganda putri dan Guo Xin Wa/Chen Fang Hui (Cina) di ganda campuran.
Daftar Pemain Lolos BWF World Tour Finals 2025
Berikut daftar lengkap pemain yang lolos ke BWF World Tour Finals 2025:
Tunggal Putra (MS)
- Kunlavut Vitidsarn (Thailand)
- Li Shi Feng (Cina)
- Chou Tien Chen (Cina Taipei)
- Anders Antonsen (Denmark)
- Christo Popov (Prancis)
- Jonatan Christie (Indonesia)
- Shi Yu Qi (Cina)
- Kodai Naraoka (Jepang)
- An Se Young (Korea Selatan)
- Wang Zhi Yi (Cina)
- Han Yue (Cina)
- Akane Yamaguchi (Jepang)
- Putri Kusuma Wardani (Indonesia)
- Pornpawee Chochuwong (Thailand)
- Ratchanok Intanon (Thailand)
- Tomoka Miyazaki (Jepang)
- Kim Won Ho/Seo Seung Jae (Korea Selatan)
- Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia)
- Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India)
- Man Wei Chong/Tee Kai Wun (Malaysia)
- Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani (Indonesia)
- Liang Wei Keng/Wang Chang (Cina)
- Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi-Lin (Cina Taipei)
- Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (Indonesia)
- Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia)
- Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong (Korea Selatan)
- Liu Sheng Shu/Tan Ning (Cina)
- Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian (Cina)
- Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto (Jepang)
- Baek Ha Na/Lee So Hee (Korea Selatan)
- Rin Iwanaga/Kie Nakanishi (Jepang)
- Hsieh Pei-Shan/Hung En-Tzu (Cina Taipei)
- Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran (Thailand)
- Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (Cina)
- Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin (Cina)
- Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia)
- Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (Malaysia)
- Thom Gicquel/Delphine Delrue (Prancis)
- Hiroki Midorikawa/Natsu Saito (Jepang)
- Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (Indonesia).
Penulis: Wan Faizal
Editor: Permadi Suntama
Masuk tirto.id






























