tirto.id - Dalam memilih jurusan kuliah, tingkat persaingan perlu menjadi perhatian. Sebab, jurusan dengan tingkat persaingan tinggi akan memperkecil peluang kamu untuk diterima. Salah satu strateginya adalah memilih jurusan sepi peminat, namun tetap sesuai dengan minat dan ketertarikan kamu.
Memilih jurusan dengan tingkat persaingan yang lebih rendah dapat menjadi kunci dalam mengamankan kursi di kampus impian. Salah satu kampus impian banyak orang adalah Telkom University yang merupakan perguruan tinggi swasta (PTS). Berikut adalah beberapa jurusan sepi peminat di Telkom University.
Jurusan Sepi Peminat di Telkom University Tahun 2026
Di Telkom University, terdapat beberapa jurusan yang dinilai memiliki tingkat persaingan yang rendah. Hal itu ditandai dengan jumlah peminat yang tidak terlalu banyak. Namun, sepinya peminat tidak bisa menjadi indikator bahwa jurusan tersebut jelek.
Terkadang, orang hanya belum mengetahui berbagai informasi terkait jurusan tersebut, seperti apa yang menjadi prospek kerja sebuah jurusan sehingga merasa awam dengan jurusan tersebut. Berikut ini beberapa jurusan sepi peminat di Telkom University berdasarkan data dari tahun-tahun sebelumnya.
1. Teknik Logistik (S1 Digital Suplly Chain)
Teknik Logistik merupakan jurusan baru di Telkom University dan belum banyak dimiliki kampus lain. Jurusan ini lahir guna menjawab tantangan besar logistik seperti kurangnya transparansi aliran barang akibat proses manual dengan menggabungkan ilmu dasar teknik industri dengan matematika. Tantangan ini tentu membutuhkan ahli logistik dengan solusi berbasis teknologi modern.Pada jurusan ini, mahasiswa akan mendapatkan kesempatan belajar dari praktisi industri serta terlibat dalam proyek bersama perusahaan terkait. Proses pembelajaran dirancang agar mahasiswa dibekali dengan keterampilan praktis dalam analisis pengambilan keputusan berbasis data.
Mahasiswa juga akan dibekali dengan sertifikasi profesi dan jejaring industri yang kuat guna memastikan daya saingnya di dunia kerja. Dengan begitu, Telkom University berusaha mempersiapkan para ahli di bidang logistik digital yang siap menghadapi tantangan industri global.
Biaya kuliah di Teknik Logistik Telkom University terhitung lebih terjangkau dibanding jurusan lainnya. Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) ada di angka Rp8,5 juta per semesternya. Lalu untuk biaya awal seperti Uang Partisipasi Penyelenggaraan Pendidikan (UP3) sebesar Rp10 juta untuk sekali bayar, sedangkan Sumbangan Dana Pengembangan Pendidikan (SDP2) Reguler memiliki besaran yang berbeda sesuai jalur diterima sebagai mahasiswa.
Prospek kerja setelah lulus dari jurusan ini erat kaitannya dengan lingkup teknik dan industri, seperti Purchasing Assistant, Commodity Manager, Expeditor, Inventory Planner, Logistics, Specialist, Transport Analyst, hingga Supply Chain Engineer.
Jika melihat uraian di atas, jurusan ini sebenarnya memiliki prospek yang luas di dunia industri. Namun, usianya yang belum lama menyebabkan Teknik Logistik belum sepopuler jurusan lainnya sehingga dianggap sebagai jurusan sepi peminat di Telkom University.

2. S1 PJJ Informatika
S1 PJJ Informatika hadir guna menjawab pergerakan masif dunia komputasi pada industri yang terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Maka dari itu, dibutuhkan ahli dalam bidang teknologi informasi yang mampu berinovasi guna mendukung proses bisnis.Agar siap bersaing, mahasiswa S1 Informatika Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dibekali dengan dasar logika pemrograman yang kuat serta kemampuan analisis untuk memecah masalah secara efektif. Kurikulumnya dirancang agar dapat diikuti tanpa terhalang jarak, sehingga mahasiswa di tempat yang jauh pun tetap dapat memperoleh pendidikan yang berkualitas.
Dengan demikian, lulusannya sangat siap untuk bekerja di lingkungan yang berorientasi pada inovasi, seperti start up atau perusahaan teknologi terkemuka. Lulusan S1 Informatika PJJ memiliki prospek karir yang luas. Beberapa prospeknya, antara lain Software developer, Database specialist, Data analyst, UI/UX engineer, hingga IT Consultant.
Perihal biaya pendidikan, S1 Informatika PJJ tentu lebih terjangkau karena pembelajaran dilakukan jarak jauh sehingga tidak memiliki biaya awal seperti UP3 dan SDP2. Lalu untuk BPP tiap semesternya ada di angka Rp560 ribu per sks.
Anggapan bahwa jurusan ini sebagai salah satu jurusan sepi peminat di Telkom University adalah karena sistemnya berupa PJJ yang jumlah mahasiswanya tidak sebanyak mahasiswa S1 Informatika reguler dengan pembelajaran tatap muka yang lebih disukai.
3. S2 PJJ Manajemen
Program Magister Manajemen Pembelajaran Jarak Jauh (MM PJJ) merupakan program pascasarjana yang dirancang untuk para profesional dengan sistem belajar fleksibel. Kurikulumnya dirancang agar senantiasa relevan dengan perkembangan industri dan digital, dengan fokus utama pada kewirausahaan dan manajemen bisnis digital.Program ini memiliki visi berstandar internasional guna melahirkan lulusan yang handal dalam teknologi dan mampu berperan dalam pembangunan berkelanjutan global di masa mendatang.
Salah satu keunggulan MM PJJ adalah konsentrasi yang ditawarkan terbilang unik jika dibandingkan dengan program sejenis. Beberapa konsentrasi itu:
- Digital Business Strategy
- Corporate Finance
- Digital Marketing
- Sustainable Digitalization for Entrepreneurship
- Financial Technology
- Digital Talent Management
- Digital Operation
- Digital Public Leadership and Strategic Management*
- Digital Government Management and Public Service Innovation*
Untuk metode perkuliahan, MM PJJ diselenggarakan secara fully online melalui sistem pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran ini mengombinasikan sesi tatap muka daring (Synchronous) yang porsinya kurang dari 50% dengan porsi belajar mandiri (Asynchronous) yang lebih dominan. Seluruh kegiatan perkuliahan dikelola secara terpusat dan terstruktur melalui Learning Management System (LMS).
Lulusan dari jurusan ini bisa berkarier sebagai manager, researcher, enterpreneur, digital business consultant, hingga berada di pemerintahan. Biaya perkuliahan per semester di jurusan magister ini ada di angka Rp1.340.000 per sks-nya. Sama seperti S1 Informatika PJJ, tidak ada biaya SDP2 dan UP3.
Cara Mencari Informasi Jurusan Sepi Peminat di Telkom University
Jika kamu ingin memperoleh informasi seputar jurusan di Telkom yang sepi peminat, cara yang dapat dilakukan adalah dengan mencari informasi melalui laman-laman non-resmi yang tersedia di Internet. Biasanya beberapa laman membahas tema terkait, bahkan tentang jurusan sepi peminat dari kampus lainnya.
Namun, jika kamu ingin memperoleh informasi resmi seputar jurusan di Telkom University, kamu disarankan untuk sering melakukan update informasi resmi melalui situs pmb.telkomuniversity.ac.id. Situs ini berisi informasi lengkap penerimaan mahasiswa baru, mulai dari jadwal penerimaan, hingga prosedur pendaftaran. Selain itu, tersedia pula brosur program studi yang berisi detail tentang fakultas dan jurusan.
Selain situs resmi, kamu juga bisa memperoleh informasi terbaru seputar penerimaan melalui media sosial Telkom University seperti Instagram dan X. Dengan persiapan optimal berdasarkan informasi akurat, peluang kamu untuk menjadi bagian dari Telkom University pun semakin besar.
Faktor Peminat Jurusan di Telkom University
Ada banyak faktor yang mempengaruhi jumlah peminat jurusan tertentu di Telkom University. Berikut ini beberapa alasannya.
1. Branding Kuat Universitas
Telkom University sangat identik dengan kampus Teknologi Informasi, Komunikasi, dan Informatika. Citra tersebut menarik minat calon pendaftar yang memang sudah memiliki ketertarikan di bidang tersebut. Dampaknya, jurusan terkait selalu menjadi sangat ketat tiap tahunnya.Fenomena ini sering membayangi jurusan berkualitas lainnya di luar lingkup teknologi informasi. Jurusan lain seperti seni hingga vokasi, tampak seperti sepi peminat. Padahal, kualitas yang ditawarkan pun tak kalah dengan jurusan serupa di kampus lain.
2. Pengaruh Popularitas Jurusan terhadap Jumlah Peminat
Jurusan yang kurang populer biasanya akan memiliki jumlah pendaftar yang kecil. Seperti program S1 Digital Supply Chain yang usianya belum lama sehingga masih awam di telinga calon mahasiswa. Begitu pula dengan S1 Informatika PJJ dan S2 Magister Manajemen PJJ.Pembelajaran yang dilakukan secara Synchronous menjadikan jumlah mahasiswanya lebih sedikit dibanding dengan mahasiswa reguler pembelajaran tatap muka. Hasilnya, tingkat persaingan pada beberapa jurusan tersebut akan lebih kecil. Hal ini yang menyebabkan adanya jurusan di Telkom University yang sepi peminat.
Jurusan di Telkom University yang sepi peminat mungkin bisa kamu jadikan pilihan agar memperoleh peluang diterima yang lebih besar. Namun selalu ingat bahwa sebaiknya memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan kemampuan, bukan hanya asal memilih demi diterima di bangku perkuliahan.
Tertarik dengan artikel terkait SNPMB lainnya? Kunjungi kumpulan artikelnya pada tautan di bawah.
Link Kumpulan Artikel Terkait SNPMB
Penulis: Ario Gemawang
Editor: Elisabet Murni P
Masuk tirto.id


































