tirto.id - Memilih jurusan sepi peminat bisa menjadi strategi cerdas dalam menghadapi seleksi SNBP 2026, karena peluang diterima biasanya lebih besar. UIN Palembang dan UIN Lampung termasuk perguruan tinggi negeri yang banyak dilirik calon mahasiswa, sehingga jurusan dengan sedikit peminat menjadi celah menarik.
Pihak panitia sudah menegaskan bahwa informasi resmi tentang sistem SNPMB 2026 akan segera dirilis. Oleh sebab itu, siswa kelas 12 serta lulusan 2024 dan 2025 diimbau aktif mengikuti perkembangan terbaru agar tidak tertinggal informasi penting.
SNPMB 2026 tetap terdiri dari dua jalur utama, yaitu SNBP (berbasis prestasi) dan SNBT (berbasis tes). Untuk jalur SNBP 2026, tahapan mulai dari pengumuman kuota sekolah hingga masa unduh kartu peserta hampir sama dengan tahun lalu, hanya berbeda tanggal.
Penting untuk dicatat bahwa setiap tahapan akan dibuka dan ditutup pada pukul 15.00 WIB sesuai jadwal resmi. Di tengah persaingan ketat jurusan favorit, jurusan sepi peminat di UIN Palembang dan UIN Lampung justru bisa menjadi peluang emas.
Meski kurang populer, jurusan-jurusan ini memiliki daya tampung cukup luas namun peminatnya terbatas. Inilah yang membuatnya layak dipertimbangkan sebagai alternatif pilihan. Bagi peserta SNBP 2026, mengetahui daftar 3 jurusan sepi peminat di UIN Palembang dan UIN Lampung dapat membantu menyusun strategi agar peluang diterima semakin besar.
Daftar Jurusan Sepi Peminat di UIN Palembang & Lampung 2026
Rincian data jurusan dengan jumlah peminat paling sedikit di UIN Palembang dan UIN Lampung di bawah ini berdasarkan data pendaftar SNBT tahun 2024.
Berikut 3 jurusan sepi peminat di UIN Palembang:
- Kimia: 21 orang
- Pendidikan Fisika: 37 orang
- Pendidikan Kimia: 59 orang
- Kimia: 0 orang
- Sains Data: 22 orang
- Biologi: 48 orang
Apakah Nilai Rapor Berpengaruh pada SNBP 2026?
Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi 2026 tetap menempatkan nilai rapor sebagai komponen utama dalam proses penilaian, meski kini ditambah dengan kewajiban Tes Kemampuan Akademik (TKA). Jalur ini mengutamakan konsistensi prestasi siswa sejak semester 1 hingga 5, dengan penekanan pada kejujuran dan validitas data yang diinput melalui Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST, MT, menegaskan bahwa nilai rapor masih berperan besar. Sementara itu, komponen kedua berupa maksimal dua mata pelajaran pendukung program studi tujuan, ditambah portofolio atau prestasi relevan, yang bobotnya bisa mencapai 50 persen.
Dengan demikian, meskipun TKA menjadi persyaratan baru, nilai rapor tetap menjadi dasar pertimbangan utama. Bahkan, TKA lebih difungsikan sebagai alat validasi untuk memastikan kesesuaian nilai rapor yang diinput sekolah.
Perlu dicatat, setiap perguruan tinggi negeri (PTN) memiliki wewenang menentukan proporsi bobot antara rapor, portofolio, prestasi, dan TKA sesuai kebijakan masing-masing. Hal ini membuat siswa perlu memahami strategi pendaftaran, terutama jika memilih program studi dengan kriteria khusus.
Pembaca juga dapat mengetahui info terbaru tentang SNBP 2026 melalui tautan di bawah ini:
Penulis: Lita Candra
Editor: Wisnu Amri Hidayat
Masuk tirto.id



































