Menuju konten utama

Contoh Singapura, Pembayaran Tol Trans Sumatera Akan Gunakan ERP

Konsep yang sama, sambungnya juga sudah diujicobakan di Pulau Jawa, di mana Tol Cipali terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban.

Contoh Singapura, Pembayaran Tol Trans Sumatera Akan Gunakan ERP
Kendaraan melintas di lokasi pembangunan pintu keluar Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Seksi II Ruas Sidomulyo-Kota Baru di Desa Sabah Balau, Lampung Selatan, Lampung, Senin (18/12/2017). ANTARA FOTO/Ardiansyah
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah berencana mengintegrasikan sistem pembayaran tol di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) untuk mendukung efisiensi logistik, mencontoh kesuksesan Singapura dalam menerapkan jalan berbayar otomatis atau Electronic Road Pricing (ERP).

Deputi Bidang Infrastruktur Bappenas, Abdul Malik Sadat, menjelaskan integrasi door to port ini akan menghubungkan pelabuhan, kawasan industri, hingga bandara. Tujuannya untuk mengurangi biaya logistik dan menghilangkan hambatan distribusi.

“Ini menjadi resep ekonomi sukses bagi Pelabuhan Tuas Singapura, terhubung dengan Pan Island Expressway, terhubung dengan bandara, dan bahkan menggunakan sistem yang sangat efisien pembayarannya, yaitu Electronic Road Placing,” katanya dalam webinar PII terkait Jalan Tol Trans Sumatera (Akselerator Pertumbuhan Ekonomi Baru), Kamis (17/7/2025).

Konsep yang sama, sambungnya juga sudah diujicobakan di Pulau Jawa, di mana Tol Cipali terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban. Konsep ini rencananya juga akan dipakai di JTTS.

“Nah, mudah-mudahan di JTTS ini berpeluang ya, nanti kita kaji di koridor Pekanbaru-Dumai, Pelabuhan Dumai, maupun Tol Lematang-Pelabuhan Panjang,” ujarnya.

Abdul, menjelaskan bahwa konsep door-to-port dan digitalisasi ini menjadi kunci menurunkan ongkos logistik dan waktu tunggu. Dengan konektivitas langsung dari pabrik ke pelabuhan tanpa hambatan, double handling bisa dikurangi.

Ia juga mendorong penerapan digital twin system dalam pembangunan dan operasional tol. Teknologi ini, yang sudah digunakan Singapura di Pelabuhan Tuas, memungkinkan pemantauan infrastruktur secara real-time, pemeliharaan prediktif, dan pengambilan keputusan berbasis data.

"Ini bukan rocket science, sudah sukses di Singapura, Jepang, dan AS. Kita bisa adopsi untuk JTTS," ucapnya.

Selain infrastruktur jalan, Malik menekankan pentingnya penyediaan utilitas pendukung seperti listrik, air, dan gas untuk menarik investasi.

"Investor tak hanya tanya soal jalan, tapi juga ketersediaan listrik bersih, air baku, dan fiber optik. Jika terpenuhi, biaya produksi bisa lebih kompetitif," tuturnya.

Dengan pendekatan terintegrasi ini, pemerintah berharap partisipasi swasta dalam pembangunan infrastruktur Sumatera meningkat, mengurangi ketergantungan pada APBN.

“Sehingga harapannya partisipasi dana dari private sector, seperti harapan perintah dari Bapak Presiden bisa jalan,” tuturnya.

Baca juga artikel terkait TOL atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra