Menuju konten utama

Cerita Produsen Susu Raup Omzet Miliaran dari Program MBG

Peningkatan omzet ini terjadi hanya dalam hitungan bulan sejak menjadi pemasok pada akhir Februari 2025.

Cerita Produsen Susu Raup Omzet Miliaran dari Program MBG
Produk olahan susu, Sweet Sundae. tirto.id/Nanda Aria

tirto.id - Produsen susu dan produk olahan susu, Sweet Sundae, membukukan peningkatan omzet signifikan hingga miliaran rupiah setelah terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peningkatan terjadi hanya dalam hitungan bulan sejak menjadi pemasok pada akhir Februari 2025.

Co-Founder Sweet Sundae, Yuki Rahmayanti, mengungkapkan bahwa permintaan dari program MBG sangat besar dan berada di luar perencanaan bisnis perusahaan sebelumnya. Awal tahun ini, fokus mereka lebih pada persiapan ekspor dan penjualan ke channel Hotel, Restoran, Kafe, dan Katering (Horeca).

“Tahun kemarin kami memang tidak merencanakan masuk MBG sebenarnya. Karena memang pengen fokus di persiapan ekspor dan untuk Horeca. Karena Horeca itu sudah mulai naik kan sekarang,” katanya saat ditemui di sentra produksinya di Yogyakarta, Kamis (21/8/2025).

Dia menjelaskan, awal mula keterlibatan mereka berawal ketika pihak pengelola MBG mendatangi perusahaan mereka sekitar Februari 2025.

Namun, Sweet Sundae tak serta merta menerima tawaran itu. Mereka cukup selektif menerima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang akan bekerja sama, terutama perihal pembayaran.

“Kami selektif, minta pembayaran cash (tidak tempo) karena sempat chaos Februari kemarin. Sekarang stabil,” jelasnya.

Permintaan dari tiap SPPG mitra MBG tercatat sangat tinggi. Satu SPPG, menurut Yuki, dalam sekali pengambilan bisa memesan hingga 12.000 kemasan susu berukuran 100 mililiter.

“Satu SPPG aja kalau sekali ngambil bisa 12.000 piece,” katanya.

Produk olahan susu Sweet Sundae

Produk olahan susu, Sweet Sundae. tirto.id/Nanda Aria

Awalnya, Sweet Sundae memasok untuk 5 SPPG. Minggu depan, jumlah itu akan bertambah menjadi 13 SPPG. Saat ini pihaknya melayani SPPG di Magelang, Mertoyudan, Pacitan, Purworejo, Cilacap, Kudus, Semarang, dan Jogja.

Setiap SPPG biasanya melakukan pengambilan sekali dalam seminggu. Dia mengungkapkan, keterlibatan dalam MBG langsung mendongkrak kinerja keuangan perusahaan. Omzet dari penjualan susu saja kini menyentuh angka Rp1 miliar per bulan.

“Susu lebih besar, hampir Rp1 miliar,” ucapnya.

Sementara untuk produk es krim gelato, omzet yang diraih berkisar Rp500 juta per bulan. Total produksi susu dan produk olahan susunya mencapai sekitar 3 ton per hari.

Melihat perkembangan bisnis yang pesat, Sweet Sundae berencana pindah ke pabrik manufaktur yang lebih besar, di sekitar Sleman, Yogyakarta.

“Karena memang dulu kan mulai dari sini kan rumah. Terus kita buat usaha gedein di belakang. Terus ternyata semakin gede, semakin gede. Nggak muat,” tambahnya.

Selain menguatkan pasar domestik, perusahaan juga terus mengembangkan ekspor. Sweet Sundae baru saja melepas pengiriman pertama evaporated milk ke Uni Emirat Arab (UEA) senilai Rp439 juta pada Juni 2025.

“Saat ini ekspor masih kecil, 20 persen. 80 persen produksi masih untuk pasar domestik,” tuturnya.

Baca juga artikel terkait UMKM atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra