CEO Softbank Belum Sepakat Nilai Investasi untuk Ibu Kota Baru

Oleh: Andrian Pratama Taher - 10 Januari 2020
Dibaca Normal 1 menit
CEO Softbank Masayoshi Son belum berbicara potensi nilai yang ditawarkan meski tertarik dengan penerapan teknologi terbarukan, kota hijau, dan penuh teknologi di ibu kota baru.
tirto.id - Chief Executive Officer (CEO) Softbank Masayoshi Son tidak memungkiri kalau perusahaannya tertarik terlibat dalam pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur. Namun, Masayoshi belum berbicara soal nilai investasi yang mau dikucurkan.

“Kami belum sepakat nominalnya, tetapi kami membicarakannya sebagai hal potensial," kata Masayoshi usai bertemu Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

Masayoshi belum berbicara potensi nilai yang ditawarkan. Akan tetapi, Softbank tertarik dengan penerapan teknologi terbarukan, kota hijau, dan penuh teknologi.

Ia juga memastikan investasi ibu kota berbeda dengan investasi Softbank kepada Grab. Softbank memang berinvestasi dalam bidang teknologi lewat Grab Indonesia sebesar 2 miliar dolar AS

"Investasi baru," kata Masayoshi.

Presiden Jokowi menerima kunjungan CEO Masayoshi Son di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020). Kunjungan tersebut membahas soal pembangunan ibu kota baru.

Masayoshi dan jajaran dia tiba di Istana Negara sekitar pukul 10.15 WIB.

Ia langsung disambut Presiden Jokowi. Terlihat pula Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Mensesneg Pratikno.

Begitu tiba, Masayoshi berterima kasih atas undangan pemerintah Indonesia. Ia memahami sejarah dan kesuksesan Jakarta. Ia juga memahami masalah Jakarta.

Masayoshi mengaku senang dengan tawaran proyek baru ibu kota.

"Proyek baru yang Anda siapkan, saya melihat ada kesempatan menarik yang bisa kita bahas gagasan potensialnya," kata Masayoshi saat membuka pembahasan dalam rapat di Istana Negara, Jakarta.

Jokowi langsung menjawab dengan memberikan gambaran tentang Jakarta. Ia juga menjelaskan perbedaan luas Jakarta dan sekitarnya dengan calon ibu kota baru.

"Luas Jakarta sekitar 66.000 hektar dan jika dibandingkan dengan luas ibu kota baru diperkirakan 256 ribu hektar," kata Jokowi. Rapat berlangsung tertutup.

Softbank memang santer dikabarkan bersedia berinvestasi dalam pembangunan ibu kota baru.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menyebut, Softbank rela berinvestasi hingga 100 miliar dolar AS padahal pemerintah menyebut hanya butuh 25 miliar dolar AS.

“Jumat (10/1) akan datang Masayoshi Son, dia mendesak saya terus, dia mau investasi sampai 100 miliar dolar AS. Bagi saya ini too good to be true. Tapi semua sudah jalan dan kami lihat, tim sudah bekerja dan saya katakan ke dia, saya minta hanya 25 miliar dolar AS saja, itu sudah lebih dari cukup untuk lima tahun ke depan," kata Luhut, pada Selasa kemarin seperti dilansir dari Antara.


Baca juga artikel terkait IBU KOTA BARU atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Abdul Aziz
DarkLight