Menuju konten utama

Cari Pengganti Anwar Usman, Ketua MA Singgung Risiko Jabatan

MA telah membentuk panitia seleksi untuk menjaring calon pengganti Anwar Usman. Mekanisme ini diharapkan menghasilkan kandidat-kandidat terbaik.

Cari Pengganti Anwar Usman, Ketua MA Singgung Risiko Jabatan
Ketua Mahkamah Agung periode 2024-2029 Sunarto berdiri usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/10/2024). . ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/app/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto mengungkapkan lembaganya tengah mempersiapkan calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menggantikan hakim konstitusi Anwar Usman yang akan memasuki masa pensiun pada 2026.

MA juga telah membentuk panitia seleksi (pansel) sekitar dua bulan lalu untuk menjaring calon hakim MK. Panitia seleksi tersebut melibatkan akademisi serta para praktisi hukum, dan diketuai oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, Suharto.

“Kurang lebih saya menandatangani pembentukan panitia seleksi itu sekitar dua bulan yang lalu. Ketua panselnya adalah Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, Bapak Suharto, dan melibatkan para teknokrat dari beberapa kampus, termasuk kalangan akademisi, agar kita dapat memilih calon yang benar-benar berkualitas,” ujar Sunarto dalam acara Apresiasi dan Refleksi Mahkamah Agung Tahun 2025 yang digelar di Balairung Mahkamah Agung, Selasa (30/12/2025).

Dalam kesempatan sama, Sunarto juga menyinggung kriteria ideal seorang hakim. Menurutnya, seorang hakim harus memiliki ilmu pengetahuan sekaligus iman. Ia mengingatkan bahwa ilmu tanpa iman ibarat pelita di tangan pencuri, sementara iman tanpa ilmu ibarat pelita di tangan bayi.

Ia kemudian mengisahkan cerita Nabi Musa, ketika Fir’aun menyuruh seorang bayi memilih antara api dan roti, namun api justru yang dipilih karena bayi tersebut belum memahami apa pun. Menurut Sunarto, hal ini menggambarkan risiko apabila jabatan diberikan kepada orang-orang "kosong" atau tidak memiliki pengetahuan.

Namun, ia juga menekankan bahwa memberikan jabatan kepada orang yang cerdas dan bersemangat tetapi tidak memiliki iman juga sama-sama berisiko, karena tidak dilandasi rasa takut kepada Tuhan.

“[Sama] jabatan diberikan pada orang yang tidak tahu apa-apa berisiko, tapi juga jabatan diberikan pada orang yang pintar, semangat, tahu apa-apa tapi tidak punya iman, itu berisiko juga, kalau tidak takut sama Tuhan,” ujarnya.

Sunarto menambahkan bahwa saat ini proses seleksi telah berjalan dan melibatkan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi serta tokoh-tokoh masyarakat. Dengan mekanisme tersebut, ia berharap panitia seleksi dapat menghasilkan kandidat-kandidat terbaik.

“Dengan demikian, saya berharap akan terpilih kandidat-kandidat atau usulan terbaik yang akan diajukan oleh Mahkamah Agung, yakni putra-putra terbaik Mahkamah Agung,” tutupnya.

Baca juga artikel terkait HAKIM MK atau tulisan lainnya dari Alfitra Akbar

tirto.id - Flash News
Reporter: Alfitra Akbar
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Hendra Friana