tirto.id - TikTok, melalui perusahaan induknya ByteDance, membuat kebijakan untuk membuat perusahaan patungan di Amerika Serikat (AS). Langkah ini dilakukan ByteDance untuk menghindari larangan TikTok di AS.
Melansir Associated Press, TikTok telah menandatangani kerja sama dengan tiga investor Amerika guna membentuk usaha patungan (joint venture) di area AS. Investor tersebut adalah Oracle, Silver Lake, dan MGX.
Perjanjian kerja sama TikTok dengan ketiga investor AS dilaporkan selesai pada Kamis (22/1/2026). CEO TikTok Shou Zi Chew telah mengonfirmasinya.
"Dalam kesempatan ini, saya ingin berterima kasih kepada kalian yang telah bekerja keras dan penuh dedikasi. Upaya kalian telah membuat kita tetap beroperasi pada level tertinggi dan memastikan TikTok kembali berkembang di AS dan seluruh dunia," tulis Chew dalam memonya kepada pegawai internal TikTok.
Dalam memo disebutkan pula bahwa tiga investor AS tersebut akan memegang masing-masing 15 persen saham, sedangkan 19,9 persen akan dipegang ByteDance, dan 30,1 persen sisanya dimiliki afiliasi investor ByteDance yang telah ada.
Selain kepemilikan saham, dewan direksi TikTok di AS juga akan menambah tujuh orang AS. Hal ini, jelas memo itu, merupakan bagian dari ketentuan untuk "melindungi data penduduk dan keamanan nasional AS".
Nantinya, data pengguna TikTok di AS akan disimpan secara lokal dan dikelola oleh Oracle. Chew memastikan bahwa semua ekosistem TikTok tetap berjalan sebagaimana sebelumnya dan tak berdampak dengan kesepakatan baru ini.
Algoritma TikTok di wilayah AS juga akan dilatih ulang agar konten yang masuk kawasan itu "bebas dari manipulasi luar". Hal ini diputuskan setelah pejabat AS memperingatkan bahwa algoritma ByteDance rentan terhadap manipulasi otoritas Cina.
Trump Memuji Langkah TikTok
Presiden AS Donald Trump memuji langkah TikTok untuk membentuk perusahaan patungan dengan investor dari negaranya. Pernyataan ini disampaikan Trump melalui unggahan di Truth Social.
Dalam keterangannya, Trump menyampaikan kegembiraannya kepada Presiden Cina Xi Jinping. Trump berterima kasih karena Xi Jinping telah "bekerja bersama kami, dan, pada akhirnya, menyetujui kerja sama".
Di AS, TikTok memiliki lebih dari 170 juta pengguna dan membuatnya jadi salah satu media sosial paling populer di sana. Menurut laporan Pew Research Center, sebanyak 43 persen penduduk dewasa AS di bawah usia 30 tahun menjadikan TikTok sebagai salah satu saluran utama untuk mengakses informasi.
Selain Trump, pasar AS juga menyikapi kesepakatan baru TikTok dengan positif. Saham Oracle melonjak 5 persen menjadi USD189,10 ketika kesepakatan baru ini tersebar ke publik.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id




























