tirto.id - Investasi Dollar menjadi salah satu cara yang banyak dipilih untuk menjaga nilai aset sekaligus melakukan diversifikasi portofolio. Kini, investasi Dolar lebih mudah melalui berbagai instrumen, mulai dari rekening valas hingga dolar digital.
Selain memiliki aset berbasis Dollar, banyak investor juga memanfaatkan aplikasi trading saham Amerika agar dapat mengakses perusahaan global seperti Apple, NVIDIA, hingga Microsoft.
Jika kamu ingin membeli saham Amerika dan cara beli USD, kamu bisa menggunakan Pintu. Aplikasi trading crypto ini memiliki banyak fitur, dari trading crypto, trading saham Amerika, membeli stablecoin, emas crypto hingga perak tertokenisasi sehingga kamu bisa diversifikasi aset dalam satu platform.
Mengapa Investasi Dollar Semakin Diminati?
Dollar AS merupakan mata uang yang paling banyak digunakan dalam perdagangan internasional. Selain itu, berbagai instrumen investasi global, seperti saham Amerika, obligasi, hingga komoditas, umumnya menggunakan Dolar AS sebagai mata uang utama.
Karena alasan tersebut, memiliki sebagian portofolio dalam bentuk aset berbasis Dollar sering dianggap sebagai salah satu strategi diversifikasi. Ketika nilai tukar rupiah mengalami tekanan, aset berbasis Dollar berpotensi membantu menjaga nilai portofolio secara keseluruhan. Berikut beberapa cara investasi Dollar yang bisa kamu lakukan, diantaranya adalah:
1. Menabung dalam Rekening Valuta Asing
Salah satu cara paling sederhana untuk memiliki aset berbasis Dollar adalah membuka rekening valuta asing di bank. Melalui rekening ini, nasabah dapat menyimpan Dollar AS secara langsung dan menggunakannya untuk berbagai kebutuhan, seperti transaksi internasional maupun persiapan perjalanan ke luar negeri.Namun, rekening valas biasanya memerlukan proses pembukaan rekening tersendiri. Selain itu, pengguna juga perlu membeli Dollar AS melalui kurs yang berlaku di bank sehingga biaya transaksi dapat berbeda-beda tergantung kebijakan masing-masing institusi.
2. Berinvestasi pada Saham Amerika
Pilihan lain yang semakin diminati adalah berinvestasi pada saham perusahaan yang tercatat di bursa Amerika Serikat. Melalui instrumen ini, investor tidak hanya memperoleh eksposur terhadap Dollar AS, tetapi juga berpeluang menikmati pertumbuhan perusahaan global yang bergerak di berbagai sektor.Saat ini, akses terhadap saham Amerika semakin mudah berkat perkembangan teknologi investasi. Beberapa platform memungkinkan investor membeli saham global dengan proses yang lebih sederhana dibandingkan beberapa tahun lalu.
Sebelum memulai, pastikan platform yang digunakan memiliki reputasi yang baik dan menyediakan informasi yang jelas mengenai mekanisme investasinya.
3. Berinvestasi pada Stablecoin
Selain rekening valas dan saham Amerika, stablecoin menjadi alternatif yang semakin populer di kalangan investor. Stablecoin merupakan aset digital yang dirancang untuk mengikuti nilai mata uang tertentu, termasuk Dolar AS.Dua contoh stablecoin yang paling banyak digunakan adalah USDT (Tether) dan USDC (USD Coin). Karena nilainya dirancang mengikuti Dolar AS, stablecoin sering dimanfaatkan sebagai tempat menyimpan nilai ketika kondisi pasar aset crypto sedang berfluktuasi.
4. Membeli Stablecoin melalui Pintu
Salah satu cara praktis bagi pemula untuk memiliki aset berbasis dolar adalah melalui aplikasi Pintu, yang juga menyediakan stablecoin USDT dan USDC. Platform ini merupakan aplikasi investasi dan trading aset crypto yang menyediakan akses ke berbagai instrumen investasi dalam satu tempat.Pintu menyediakan lebih dari 300 aset crypto, termasuk Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), XRP, BNB, hingga berbagai altcoin lainnya.
Platform ini juga menyediakan fitur yang lengkap, meliputi Pintu Pro untuk analisis dan trading profesional, Pintu Futures, Pintu Earn, dompet crypto yang terintegrasi langsung di dalam aplikasi. Selain itu ada juga fitur Real World Assets (RWA).
Melalui fitur ini, kamu dapat berinvestasi pada aset dunia nyata yang telah di tokenisasi melalui blockchain. Beberapa aset yang tersedia meliputi Tokenized Gold dan Tokenized Silver ETF yang nilainya mengikuti aset acuan di dunia nyata.
Tidak hanya komoditas, Pintu juga menghadirkan akses terhadap Saham AS Tokenisasi atau xStocks. Fitur ini memungkinkan pengguna memperoleh eksposur terhadap saham perusahaan global melalui teknologi blockchain dalam satu aplikasi yang sama.
Kamu bisa berinvestasi pada saham perusahaan global seperti NVIDIA, Apple, Google, dan lainnya dalam bentuk token digital yang didukung 1:1 oleh saham asli (underlying asset). Melalui Pintu, kamu bisa bisa membeli saham AS langsung dengan Rupiah.
Hanya dengan Rp 11 ribu kamu sudah bisa berinvestasi, sehingga lebih mudah diakses oleh berbagai kalangan. Selain itu, saham AS tertokenisasi dapat diperdagangkan 24/7, memberikan fleksibilitas lebih dibandingkan jam perdagangan bursa saham tradisional.
Melalui Pintu, pengguna tidak hanya dapat membeli aset crypto, tetapi juga memiliki stablecoin USDT dan USDC yang nilainya mengikuti Dolar AS. Pembelian dapat dilakukan langsung menggunakan Rupiah sehingga pengguna tidak perlu membuka rekening valuta asing ataupun melakukan proses konversi mata uang secara terpisah.
Keunggulan lainnya adalah minimum pembelian yang terjangkau, yaitu mulai dari Rp11.000. Dengan nominal tersebut, investor pemula sudah dapat mulai membangun portofolio berbasis dolar sesuai kemampuan finansial masing-masing.
Selain menghadirkan stablecoin, Pintu juga menyediakan berbagai instrumen investasi lain dalam satu aplikasi, mulai dari aset crypto, token komoditas, hingga token saham Amerika.
Dengan demikian, pengguna memiliki lebih banyak pilihan untuk melakukan diversifikasi portofolio tanpa harus menggunakan banyak platform yang berbeda.
Tips Investasi Dollar bagi Pemula
Sebelum mulai berinvestasi, tentukan terlebih dahulu tujuan keuangan yang ingin dicapai. Apabila investasi dilakukan untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang, pilih instrumen yang sesuai dengan kebutuhan dan pahami karakteristiknya.
Mulailah dengan nominal yang sesuai kemampuan finansial. Investasi secara bertahap dapat membantu pemula memahami pergerakan pasar tanpa harus mengambil risiko yang terlalu besar di awal.
Selain itu, lakukan diversifikasi portofolio. Jangan hanya berfokus pada satu instrumen investasi. Mengombinasikan aset berbasis dolar dengan instrumen lain, seperti aset crypto, komoditas, atau saham global, dapat membantu menyebarkan risiko investasi.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.
(JEDA)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































