Menuju konten utama

10 Cara Terhindar dari Penipuan Haji dan Umroh

Penipuan haji furoda, plus, atau reguler menjadi permasalahan yang perlu diketahui calon jemaah. Berikut cara menghindari penipuan haji dan umroh.

10 Cara Terhindar dari Penipuan Haji dan Umroh
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (kiri) menyampaikan pidato di hadapan jamaah Indonesia sebelum wukuf di Arafah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (15/6/2024). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ada banyak kasus penipuan haji furoda, yaitu fasilitas pergi haji yang tidak memerlukan waktu antrean seperti reguler. Lantas, bagaimana kedok penipuan jemaah haji dan apa tips untuk menghindarinya?

Berbicara tentang proses pendaftaran ibadah haji, umat Islam tentu tidak asing lagi dengan istilah penggunaan jasa perusahaan travel. Adapun penipuan targetnya jamaah umroh kerap terjadi lantaran oknum travel tersebut.

Supaya bisa terhindar dari penipuan haji dan umroh, Anda dapat mengetahui terlebih dahulu bentuk-bentuk kedoknya. Berikut penjelasan tentang penipuan jamaah haji dan cara menghindarinya.

Kedok Penipuan Haji dan Umroh

Penipuan haji dan umroh bisa saja terjadi pada setiap orang, seandainya individu tersebut tidak secara rinci memperhatikan jasa travel yang digunakan. Mengutip laman Haji Kemenag, per 2024 lalu sudah ada 2.573 travel untuk jasa keberangkatan umroh.

Adapun penipuan targetnya jamaah umrah dapat muncul ketika kita pertama kali mendaftarkan diri. Sebut misalnya ada kedok pendaftaran umrah atau haji murah, namun tidak jelas bagaimana kelanjutan penerapan jasa perjalanannya.

Kedok penipuan haji dan umroh juga bisa terjadi ketika perjalanan, contohnya kasus-kasus penelantaran jemaah di beberapa bandara transit. Seperti dikutip dari laman Kemenag, kasusnya pernah terjadi pada jemaah asal Gowa yang ditelantarkan di Bandara Kuala Lumpur (Malaysia).

Selain itu, terdapat pula kedok penipuan haji yang terjadi di tanah suci. Dari berbagai kasus yang pernah terjadi pada jemaah Indonesia, salah satunya tidak mendapatkan tempat menginap.

Adapun kedok penipuan targetnya jamaah umroh juga bisa terjadi pada dokumen-dokumen perjalanan jemaah. Beberapa kasus sempat menunjukkan adanya visa perjalanan palsu.

Tips dan Cara Menghindari Penipuan Haji dan Umrah

Terdapat beberapa tips dan cara menghindari penipuan haji dan umrah yang perlu jemaah Indonesia perhatikan. Dengan mengetahui informasi umum ini, jemaah diharapkan bisa terhindar dari kedok-kedok penipuan tersebut.

1. Cek Keresmian Travel dan Biro Perjalanan

Untuk memastikan diri supaya terhindar dari penipuan haji furoda, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah verifikasi keresmian travel dan biro perjalanan. Perusahaan resmi tentu menghindari risiko kehilangan konsumen, sehingga menjalankan jasanya secara lebih profesional dan jujur.

2. Perhatikan Rincian Biaya Haji dan Umroh

Tips menghindari penipuan haji dan umroh yang kedua adalah memperhatikan rincian biaya perjalanan. Anda bisa mengecek daftar pengeluaran, baik dari segi konsumsi, tempat tinggal, biaya perjalanan, dan sebagainya.

3. Perhatikan Kontrak Penawaran Jasa Travel

Selain memperhatikan biaya haji dan umroh, Anda juga mesti mengetahui secara jelas isi dari kontrak penawaran jasa travel. Pastikan tidak ada hal-hal mencurigakan yang nantinya merugikan Anda.

4. Memastikan Tiket Keberangkatan dan Kepulangan

Kasus penelantaran jemaah haji yang bisa dianggap sebagai penipuan ini terjadi karena kita tidak memperhatikan tiket. Pastikan tiket pulang dan pergi sudah tersedia.

5. Memastikan Keaslian Visa dan Ketersediaan Hotel

Ada beberapa kasus tentang penggunaan visa palsu untuk keberangkatan haji plus maupun umrah, sehingga kita perlu mengeceknya secara teliti. Selain itu, pastikan pula hotel yang nantinya Anda jadikan tempat menginap sudah terpesan.

6. Memastikan Tidak Adanya Biaya Tambahan

Biaya perjalanan haji dan umroh sudah tercantum secara jelas rinciannya di dalam kontrak penawaran. Oleh karena itu, Anda perlu memastikan tidak adanya biaya tambahan lain di luar angka yang terlampir.

7. Bayar Langsung ke Pihak Travel

Pembayaran secara langsung kepada pihak jasa travel bisa mengurangi potensi terjadinya penipuan. Pastikan bahwa Anda mengirim biaya perjalanan ke pihak resmi, bukan secara individu atau perseorangan.

8. Jangan Tanggapi Negosiasi yang Berbau Penipuan

Penipuan haji dan umroh dapat muncul akibat kurang waspadanya kita terhadap situasi di sekeliling kita. Jika ada negosiasi yang mengarah pada penipuan, sebaiknya dihindari.

9. Meminta Transparansi dari Pihak Travel

Cara menghindari penipuan jemaah haji lainnya adalah memastikan transparansi perihal keuangan dan informasi dari pihak travel. Dengan begitu, Anda bisa melihat jelas rincian biaya dan prosedur perjalanannya.

10. Bertanya pada Orang yang Berpengalaman

Seseorang yang ingin pergi haji atau umroh bisa bertanya-tanya terlebih dahulu kepada orang berpengalaman. Sebut misalnya mereka yang sudah pernah menjalankan ibadah itu atau pihak jasa travel yang dipercaya.

Baca juga artikel terkait TIMELESS atau tulisan lainnya dari Imanudin Abdurohman

tirto.id - Edusains
Kontributor: Imanudin Abdurohman
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Penyelaras: Yuda Prinada