Cantrang dan Nelayan Teluk Jakarta

Nelayan pengguna Cantrang (Dogol) bersiap untuk meninggal Tanjung Putri, Tangerang, setelah mendapatkan tangkapan ikan cukup. tirto.id/Arimacs Wilander
Nelayan Teluk Jakarta kompak menggunakan alat tangkap ikan sederhana. tirto.id/Arimacs Wilander
Nelayan Teluk Jakarta menangkap ikan dengan jaring sederhana. tirto.id/Arimacs Wilander
Salah seorang nelayan Teluk Jakarta, bersiap untuk melaut. tirto.id/Arimacs Wilander
Detail dua mesin Cantrang (Dogol) penarik jaring. tirto.id/Arimacs Wilander
Kapal nelayan pengguna Cantrang (Dogol) tampak dilengkapi dua mesin penarik jaring di kanan dan kiri. tirto.id/Arimacs Wilander
Kalil BT Carlim (49), berpikir tentang keberlangsungan ekosistem laut jika Cantrang terus ada di masa depan. tirto.id/Arimacs Wilander
Memeriksa hasil tangkapan ikan menggunakan Cantrang (Dogol). tirto.id/Arimacs Wilander
Mustopo (48), nelayan Jepara, yang melaut di perairan Tanjung Putri (Tangerang) tampak merapikan jaring Cantrang (Dogol). tirto.id/Arimacs Wilander
Hasil tangkapan menggunakan Cantrang (Dogol) tampak bermacam-macam karena cara menyeret apapun yang ada di dasar laut. tirto.id/Arimacs Wilander
Nelayan Teluk Jakarta berangkat melaut di pagi hari. tirto.id/Arimacs Wilander
Kelompok Nelayan Tradisional Teluk Jakarta menolak menggunakan Cantrang sebagai alat tangkap ikan. Mereka mencari ikan mengoperasikan jaring manual yang ditarik tenaga manusia. Mereka tahu betul Cantrang mampu merusak biota laut.
6 April 2018
Kelompok Nelayan Tradisional Teluk Jakarta adalah nelayan yang menolak adanya Cantrang. Mereka mencari ikan menggunakan jaring yang dioperasikan manual dengan ditarik tenaga manusia. Dalam radius 4 mile dari Teluk Jakarta, pantai terlihat bebas dari aktivitas nelayan yang menggunakan Cantrang. Namun lepas dari 4 mile, di Tanjung Putri wilayah laut Tangerang, mulai terlihat sekelompok nelayan menggunakan Cantrang.

Gejolak polemik Cantrang mulai rumit setelah Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti mengeluarkan Permen Kelautan dan Perikanan No 2/2015 tentang Pelarangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Trawl dan Seine Nets yang mengundang aksi protes para nelayan, khususnya nelayan Pantura. Cantrang masuk dalam jenis kategori alat tangkap ikan yang dilarang karena telah dimodifikasi seperti alat-alat tangkap berbahan jaring yang mampu menyapu semua biota dasar laut seperti Trawl/Pukat Harimau sehingga tidak ramah lingkungan.

Kelompok Nelayan Tradisional sadar betul bagimana pengoperasian Cantrang mampu merusak ekosistem laut meskipun mampu menangkap ikan lebih mudah dan banyak. Mereka paham banyak biota laut, seperti telur-telur ikan, terumbu karang yang berada di dasar laut ikut tersapu jika menggunakan Cantrang. tirto.id/Arimacs Wilander
DarkLight