Menuju konten utama

Canda Bahlil Minta Setop Pelesetkan MBG 'Mas Bahlil Ganteng'

Bahlil menekankan bahwa MBG merupakan program mulia yang bertujuan memperbaiki asupan gizi anak-anak di Indonesia.

Canda Bahlil Minta Setop Pelesetkan MBG 'Mas Bahlil Ganteng'
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersiap menyampaikan keterangan saat konferensi pers terkait penemuan cadangan gas raksasa di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026). Menteri ESDM menyampaikan temuan tersebut berasal dari hasil eksplorasi sumur Geliga-1 di Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur dengan potensi sumber daya gas sekitar 5 triliun kaki kubik serta 300 juta barel kondensat yang dioperasikan perusahaan energi asal Italia ENI. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nym.

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meminta publik berhenti memelesetkan singkatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi "Mas Bahlil Ganteng" yang tengah viral di media sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat memberikan sambutan pada acara Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Lampung.

Ia menegaskan bahwa singkatan yang benar adalah Makan Bergizi Gratis, bukan nama dirinya.

"Terakhir sekalipun MBG (Makan Bergizi Gratis) itu adalah bagus, tapi saya mau sampaikan bahwa jangan dipelintir. MBG itulah Makanan Bergizi, apa? Kamu jangan bilang Bahlil Ganteng lagi, aduh kacau sekali," kelakar Bahlil dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (10/6/2026).

Terlepas dari candaan tersebut, Bahlil menekankan bahwa MBG merupakan program mulia yang bertujuan memperbaiki asupan gizi anak-anak di Indonesia.

Ia pun berbagi pengalaman pribadi sebagai mantan anak dari keluarga kurang mampu yang pernah merasakan dampak gizi buruk.

"Program ini adalah program yang harus kita wujudkan. Sebagai mantan anak orang susah yang pernah busung lapar, saya katakan bahwa program makanan bergizi gratis ini adalah program mulia," tuturnya.

Bahlil mengakui pelaksanaan program tersebut masih memiliki sejumlah kekurangan. Namun, ia meminta semua pihak, khususnya kader HIPMI, untuk fokus menyempurnakan program tersebut daripada saling menyalahkan.

"Kalau ada kekurangan ya sama-sama kita sempurnakan, tidak usah kita saling menyalahkan. Tugas kita kader HIPMI adalah melakukan hal itu," ujar Bahlil.

Baca juga artikel terkait BAHLIL LAHADALIA atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Bayu Septianto