tirto.id - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat lonjakan cadangan bijih yang dapat ditambang (ore reserves) per akhir Desember 2025.
Dalam Consolidated Mineral Resources and Ore Reserves perusahaan, peningkatan tersebut terjadi pada seluruh komoditas mineral perusahaan, meliputi emas, tembaga, perak dan nikel.
Cadangan emas tercatat meroket 81 persen menjadi 15,9 juta ounce, sementara tembaga meningkat 60 persen menjadi 3,0 juta ton, perak naik 21 persen menjadi 69,8 juta ounce, dan cadangan nikel bertambah 48 persen menjadi 4,4 juta ton.
Presiden Direktur MDKA Albert Saputro menyampaikan, peningkatan signifikan pada cadangan tahun 2025 mencerminkan keberhasilan strategi eksplorasi dan pengembangan, serta kualitas portofolio aset yang dimiliki perusahaan.
"Ke depan, kami memiliki visibilitas yang semakin kuat terhadap pertumbuhan produksi dan arus kas, serta akan terus fokus pada konversi sumber daya menjadi cadangan dan pengembangan proyek-proyek utama untuk menciptakan nilai jangka panjang," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (6/4/2026).
Secara terperinci, pertumbuhan cadangan terutama didorong oleh beberapa aset kunci. Pertama, Proyek Tembaga Tujuh Bukit, sebagai kontributor terbesar, dengan peningkatan signifikan cadangan emas dan tembaga.
Kedua, Tambang Emas Pani, yang mencatat lonjakan cadangan emas dari 2,0 juta ounce menjadi 5,2 juta ounce (naik 166 persen). Ketiga, Tambang Nikel SCM, dengan peningkatan cadangan nikel menjadi 4,4 juta ton (naik 48 persen).
"Selain itu, optimalisasi operasi di Tambang Emas Tujuh Bukit serta pembaruan asumsi ekonomi turut meningkatkan kualitas dan keekonomian cadangan," jelas Albert.
Dari sisi operasional, lanjut Albert, pembaruan ini memperkuat umur tambang (mine life) dan memberikan visibilitas produksi jangka panjang, sekaligus mendukung pengembangan proyek-proyek strategis perseroan.
Hal ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kesinambungan produksi emas dan tembaga, serta pertumbuhan bisnis nikel ke depan.
Adapun peningkatan signifikan pada cadangan berdampak pada bertambah panjangnya umur tambang secara material melalui peningkatan cadangan yang dapat ditambang, meningkatnya kepastian produksi jangka panjang, penguatan valuasi aset dan profil investasi serta mendukung pengembangan proyek-proyek utama sebagai pendorong pertumbuhan berikutnya.
"Dengan portofolio aset emas, tembaga dan nikel yang kuat, Merdeka berada pada posisi yang solid untuk menangkap peluang dinamika harga komoditas global serta permintaan jangka panjang terhadap logam," jelasnya.
Selain cadangan, MDKA juga mencatat pertumbuhan berkelanjutan pada sumber daya (mineral resources) di seluruh komoditas utama, di mana emas meningkat menjadi 39,0 juta ounce (naik 6 persen), tembaga menjadi 9,1 juta ton (naik 6 persen), perak menjadi 93,8 juta ounce (naik 4 persen), dan nikel menjadi 11,8 juta ton (naik 4 persen).
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































