Menuju konten utama

BRI Life Siap Tanggung Asuransi MBG Lewat Produk Managed Care

BRI Life akan menanggung asuransi program MBG yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan.

BRI Life Siap Tanggung Asuransi MBG Lewat Produk Managed Care
Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (6/5/2025). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/YU

tirto.id - PT Asuransi BRI Life bakal menjamin jalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui produk Asuransi Professional Managed Care yang baru diluncurkan Januari lalu. Penanggungan asuransi ini akan dilakukan dengan bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Terkait dengan asuransi yang mungkin bisa related di program (MBG) itu ya, sebenernya kami punya produk yang baru launching di Januari kemarin, itu di (Asuransi Professional) Managed Care namanya,” jelas Kepala Divisi Perencanaan Strategis, Muhamad Fathonny Kusmadi, dalam Media Engagement dan Informasi Kinerja BRI Life 2024, di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (15/5/2025).

Melalui kera sama ini, BRI Life akan menanggung asuransi program MBG yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Dalam hal ini, kerja sama dilakukan melalui skema skema Coordination of Benefits (CoB) atau koordinasi manfaat asuransi -mekanisme yang digunakan ketika seseorang memiliki lebih dari satu asuransi kesehatan untuk klaim medis.

Perlu diketahui, skema CoB bertujuan untuk menghindari pembayaran ganda atau berlebihan, serta untuk memastikan manfaat yang diberikan tidak melebihi total biaya perawatan.

“Area yang bisa di-cover sama BPJS Kesehatan, dari BPJS (Kesehatan). Tapi, di atas itu limitnya justru akan masuk ke asuransi jiwa. Karena BPJS punya limitation sendiri untuk area-area yang bisa mereka cover. Nah, di luar itu kami bisa masuk ke area (yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan),” terang Fathonny.

Sebelumnya , Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa perusahaan asuransi bakal turut serta mendukung program prioritas pemerintah ini. Dus, risiko dari kejadian-kejadian seperti keracunan yang marak terjadi belakangan hingga distribusi makanan dapat dimitigasi.

Tidak hanya itu, asosiasi industri asuransi seperti Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) juga telah mengidentifikasi berbagai risiko yang berpotensi dihadapi program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini, baik dari sisi penyediaan bahan baku, pengolahan dan distribusi dan konsumen. Beberapa risiko tersebut di antaranya, risiko food poisoning atau keracunan bagi para penerima MBG, anak sekolah, balita, ibu hamil menyusui.

"Kemudian risiko kecelakaan untuk para pihak yang menyelenggarakan MBG, SPPI, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia, maupun risiko terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan April 2025, secara daring, Jumat (9/5/2025).

Skema asuransi ini dirancang untuk melindungi penerima manfaat atau masyarakat dan juga pelaksana program dari berbagai risiko yang mungkin terjadi tersebut. Pada saat yang sama, skema asuransi ini juga merupakan upaya untuk mendorong penetrasi industri asuransi.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra