tirto.id - BPJS Kesehatan menyalurkan santunan kepada anak yatim di Kota Padang, Sumatera Barat, dalam kegiatan bertajuk BPJS Kesehatan Peduli pada Rabu (5/3). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat selama bulan Ramadan.
Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari, mengatakan sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan memikul tanggung jawab besar untuk melindungi kesehatan seluruh masyarakat Indonesia.
“Sebagai badan penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional, BPJS Kesehatan memikul amanah besar untuk melindungi kesehatan seluruh rakyat Indonesia. Setiap kebijakan yang diambil dan pelayanan yang diberikan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat,” ujar Vetty daam siaran pers yang diterima Tirto pada Jum'at (5/2/2026).
Ia menambahkan, komitmen untuk meningkatkan mutu layanan, memperkuat kepercayaan publik, serta menjaga keberlanjutan program JKN harus dilandasi integritas dan tanggung jawab yang tinggi.
Kegiatan BPJS Kesehatan Peduli kali ini dilaksanakan di Kantor Cabang Padang dengan menggandeng Yayasan Abul Yatama Indonesia. Bantuan yang disalurkan berupa santunan pendidikan bagi anak-anak yatim sebagai bentuk kontribusi sosial lembaga tersebut kepada masyarakat.
“Pemberian bantuan tanggap pendidikan kepada adik-adik saleh dan saleha menjadi bentuk kontribusi nyata bahwa keberadaan BPJS Kesehatan membawa manfaat yang lebih luas dari sekadar layanan kesehatan,” sambung Vetty.
Deputi Direksi Wilayah II BPJS Kesehatan, Octovianus Ramba, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim di bulan Ramadan.
“Tentunya ini menjadi rasa syukur dan kebahagiaan bagi kami bisa ikut berpartisipasi mengemas keberkahan bulan Ramadan bersama anak-anak dari Yayasan Abul Yatama Indonesia lewat jalinan silaturahmi yang hangat,” ujar Octovianus, Jum'at.
Menurut Vetty, momentum Ramadan juga menjadi pengingat bagi seluruh insan BPJS Kesehatan untuk terus memperkuat budaya organisasi yang menjunjung integritas dan kepedulian sosial.
“Reputasi organisasi tidak dibangun oleh kata-kata, tetapi oleh tindakan nyata yang konsisten dan berkelanjutan,” tuturnya.
Ia berharap semangat Ramadan dapat menjadi energi transformasi bagi BPJS Kesehatan dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Mari kita jadikan Ramadan sebagai energi transformasi-transformasi cara berpikir, cara bekerja, dan cara melayani. Ketika integritas menjadi fondasi dan profesionalisme menjadi standar, BPJS Kesehatan tidak hanya menjadi institusi besar, tetapi juga institusi yang dipercaya dan dicintai masyarakat,” kata Vetty.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id



























