Menuju konten utama

Boneka "Kuda Menangis" Cina, Simbol Budak Korporat Jelang Imlek

Boneka "kuda menangis" yang viral di Cina, awalnya produk gagal yang menjadi viral. Kini boneka tersebut dijadikan simbol dari pekerja "budak korporat".

Boneka
Boneka kuda menangis dari Cina. cryinghorseplush.com/

tirto.id - Jelang perayaan Hari Raya Imlek 2577 Kongzili, boneka "kuda menangis" mendadak terkenal di Cina. Boneka itu membuat pabrik pembuatnya meraih keuntungan berlipat ganda. Karyawannya pun diberi bonus jelang hari raya.

Namun, boneka ini terkenal karena tak disengaja. Semua bermula dari kesalahan produksi.

Boneka "kuda menangis" merupakan mainan yang disiapkan perusahaan Happy Sister sebagai merchandise Imlek tahun ini. Desain utamanya adalah seekor kuda lucu berwarna merah dengan tulisan "uang datang dengan cepat" di tubuhnya.

Boneka ini diproduksi dengan ukuran sekitar 20 cm dan dilengkapi ornamen lonceng di bagian leher. Di Cina, harga untuk setiap boneka "kuda menangis" dibanderol 25 yuan atau sekitar Rp60 ribu.

Boneka ini semula didesain sebagai boneka kuda imut untuk menyambut tahun kuda dengan bahagia. Boneka ini seharusnya diproduksi dengan senyuman pada bagian mulutnya.

Akan tetapi, sebagian boneka ini diproduksi secara salah. Alih-alih tersenyum, moncong boneka kuda ini dijahit secara terbalik sehingga terkesan sedang cemberut.

Bukannya bikin merugi, produk gagal ini justru mendatangkan cuan bagi perusahaan pembuatnya. Kesalahan produksi malah membuatnya jadi viral di internet.

Permintaan atas boneka ini meningkat drastis. Seturut The Guardian, pihak perusahaan menerima pesanan "kuda menangis" lebih dari 15.000 unit per hari pada pertengahan Januari 2026. Perusahaan juga membuka 10 jalur produksi tambahan untuk memenuhi permintaan.

Dianggap Cerminan Kondisi Para Pekerja "Budak Korporat"

Pemilik perusahaan Happy Sister, Zhang Huoqing, menyatakan bahwa produk gagal dari pabriknya itu justru direspons positif oleh pasar. Menurutnya, kalangan muda Cina melihat boneka itu sebagai representasi kondisi mereka di tempat kerja.

"Banyak pelanggan menyukainya, dan mereka mengatakan ini masuk akal: sesuai dengan semangat para budak korporat saat ini," kata Zhang kepada Reuters.

Menurut Zhang, banyak anak muda yang melihat boneka kuda yang cemberut sebagai cerminan diri mereka sebagai pekerja modern.

"Orang-orang bercanda bahwa kuda yang menangis adalah cara Anda memandang pekerjaan, sedangkan kuda yang tersenyum adalah cara Anda menjaga pekerjaan," katanya.

Hal itu senada dengan salah satu pembeli yang dikenal secara online sebagai Tuan Tuan Mami. Dikutip South China Morning Post, Tuan Tuan Mami menyebut boneka itu sebagai manifestasi dirinya.

"Kuda kecil ini terlihat sangat sedih dan menyedihkan, persis seperti perasaan saya saat bekerja," kata Tuan Tuan Mami.

Menurut konsultan lokapasar CEO WPIC Marketing + Technologies Jacob Cooke, viralnya boneka "kuda menangis" menunjukkan bahwa produk konsumen seperti mainan boneka dan meme internet bisa jadi saluran alternatif untuk berekspresi dalam diskursus tekanan kerja.

"Terutama di platform seperti Xiaohongshu, di mana budaya konsumen dan ekspresi emosional sangat terkait erat,” kata Jacob Cooke kepada Business Insider.

Seturut BBC, viralnya boneka "kuda menangis" ini terjadi di tengah beratnya tekanan kerja para karyawan kantoran di Cina.

Cina sebelumnya sempat menerapkan sistem 996 di kalangan pekerja kantoran. Sistem itu mengharuskan karyawan untuk bekerja dari pukul 9 pagi hingga 9 malam, selama 6 hari seminggu.

Praktik tersebut dipuji para pengusaha teknologi, termasuk pendiri Alibaba, Jack Ma. Namun, sistem ini dilarang pada 2021 setelah seorang karyawan lokapasar meninggal secara mendadak setelah menyelesaikan shift malam.

Meski dilarang, jam lembur yang panjang dilaporkan masih umum diterapkan oleh perusahaan-perusahaan di Cina.

Sementara itu, dengan viralnya boneka "kuda menangis", Happy Sister telah menerima pesanan grosir dari banyak negara, termasuk dari kawasan Afrika, Asia Timur, hingga Timur Tengah.

Durian runtuh karena viralnya boneka "kuda menangis" juga hanya dirasakan pemilik Happy Sister. Para karyawan pabrik itu juga kebagian cuan jelang Imlek.

"Karena kami tidak dapat mengetahui dengan pasti kesalahan siapa itu, kami akan memberikan bonus kepada semua orang," kata Zhang Huoqing.

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar