Misbar

Bombshell: Ancaman Predator Seksual dan Lingkungan Kerja Beracun

Nicole Kidman, Charlize Theron, and Margot Robbie in Bombshell (2019). foto/imdb
Oleh: Irma Garnesia - 12 Januari 2020
Dibaca Normal 3 menit
Adaptasi Bombshell boleh jadi didramatisasi dan tidak melibatkan Megyn maupun Gretchen.
tirto.id - Pertama kali menyaksikan poster film Bombshell (2019), saya bertanya-tanya, apa kira-kira yang ingin disampaikan oleh poster bergambar tiga perempuan kulit putih dan pirang? Pertanyaan ini membawa saya menyaksikan langsung film berdurasi 108 menit yang membongkar skandal pelecehan seksual di Fox News.

Sutradara Jay Roach mengajak penonton menyusuri perspektif tiga perempuan yang bekerja di jaringan televisi konservatif asal Amerika Serikat tersebut. Megyn Kelly (diperankan oleh Charlize Theron) adalah seorang yang peduli dengan hak-hak perempuan namun enggan mengaku feminis. Megyn saat itu tengah sibuk menyiapkan diri sebagai moderator debat kandidat capres Partai Republikan 2016. Meski bekerja di Fox, media yang memiliki kedekatan dengan Donald Trump, Megyn jelas-jelas membenci Trump.

Kemudian ada Gretchen Carlson (Nicole Kidman), pembawa acara yang sering menjadi bahan lelucon seksis di televisi. Gretchen ingin sekali menuntut Roger Ailes atas pelecehan seksual yang pernah dialaminya. Lalu ada Kayla Pospisil (Margot Robbie), gadis muda saleh yang belum lama bekerja di perusahaan media itu. Kayla ingin belajar banyak sekaligus memastikan jenjang karir yang mapan bagi dirinya.

Ketika film-film terkait industri pertelevisian atau pers merayakan tugas jurnalis mengungkap kasus-kasus berbahaya atau sikap berpegang teguh terhadap prinsip kewartawanan, seperti The Paper (1994), Spotlight (2015), The Post (2018), atau seri The Newsroom (2012-2014), Bombshell justru membelejeti bobroknya industri tersebut.

Lewat Bombshell, kita melihat perempuan yang mempertaruhkan banyak hal agar bisa tampil di televisi; kaki yang lecet karena sepatu hak tinggi, setelan yang mempertontonkan bagian tubuh, push-up bra, korset, riasan wajah yang dituntut natural dan tak boleh berlebihan, dan dilecehkan secara seksual. Pelecehan ini pun bentuknya bisa macam-macam, mulai dari pelecehan verbal, lelucon seksis, dituduh membenci pria, hingga ajakan berhubungan seksual dengan iming-iming naik jabatan.


Film ini seperti menertawakan apa yang terjadi di balik industri yang membesarkan nama Megyn atau Gretchen. Dibalik idealisme Megan ataupun Gretchen, Fox News merupakan media sayap kanan milik Rupert Murdoch yang memiliki kedekatan politik dengan Donald Trump. Menurut penilaian Media Bias Fact Check, Fox News acapkali menggunakan sumber-sumber yang kurang terpercaya.

Bombshell sendiri memang berkisah soal skandal yang menjatuhkan Roger Ailes, bos Fox News yang juga memiliki kedekatan politik dengan Partai Republikan. Meski demikian, Ailes tetap bekerja secara profesional. Ia tidak membatasi Megyn untuk mengkritik sang kandidat. Sayangnya, Ailes menggunakan otoritasnya untuk membungkam perempuan-perempuan yang jadi korbannya. Ia mengancam akan memecat korban, menghancurkan karier dan kehidupan pribadi mereka. Megyn sendiri mengatakan bahwa Ailes memasang kamera pengintai rahasia dan menyadap obrolan karyawan di lingkungan kantor Fox.

Skandal pelecehan seksual yang dilakukan Ailes muncul ke permukaan pada 2016 ketika Gretchen Carlson, pembawa acara Fox & Friends mengajukan gugatan terhadap Ailes. Gugatan tersebut memicu investigasi internal terhadap para perempuan yang bekerja jejaring berita Fox News. Megyn Kelly yang saat itu sedang naik daun merupakan satu dari 26 perempuan yang bersaksi memberatkan Ailes. Gugatan tersebut membuat Ailes terpaksa mengundurkan diri pada Juli 2016.



Adaptasi yang dilakukan atas skandal ini boleh jadi didramatisasi dan tidak melibatkan Megyn maupun Gretchen. Seperti yang ditulis Megyn di akun Instagramnya, “But while the movie “Bombshell” is loosely based on my experience during the sexual harassment scandal at Fox News, I have nothing to do with this film.

Gretchen juga merespon lewat akun Twitternya, “… Almost all of us couldn’t participate in movie because of NDAs which muzzle us.” Memang, seperti yang juga dijelaskan dalam film, Fox pada akhirnya minta maaf dan membayar ganti rugi pada para korban. Namun, para korban diharuskan menandatangani perjanjian untuk tidak membuka kasus.

Pengerjaan Bombshell dimulai pada Mei 2017, tak lama setelah kematian Roger Ailes. Pada tahun yang sama rangkaian kasus pelecehan seksual yang dilakukan Harvey Weinstein mencuat ke publik dan direspon dengan menjamurnya gerakan #MeToo. Sederet selebritas pun mengisahkan pelecehan seksual yang pernah mereka terima dari Weinstein, yaitu Gwyneth Paltrow dalam pengerjaan film Emma (1996), aktris Pulp Fiction Rosanna Arquette, bintang Perancis Judith Godrèche, hingga Angelina Jolie.


Sebagaimana yang ditulis The New York Times, Gwyneth Paltrow waktu itu baru berusia 22 tahun. Sebelum mulai syuting, ia diminta datang ke hotel tempat Harvey menginap, Peninsula Beverly Hills, untuk mendiskusikan proyek film Emma. Peristiwa tak diinginkan terjadi di tengah-tengah perbincangan mereka. Weinstein tiba-tiba meraba Paltrow dan mengajaknya ke tempat tidur.

Paltrow muda segera menolak ajakan tersebut. Setelahnya, ia merasa begitu ketakutan. Ia pun melaporkan kejadian tak menyenangkan itu ke pacarnya, Brad Pitt. Sang kekasih lantas menghadapi Weinstein dan tidak lama berselang, Weinstein balik memperingatkan Paltrow untuk tidak mengungkapkan peristiwa di hotel ke publik.

Bombshell dapat menceritakan dengan baik pelecehan seksual yang terjadi dalam industri pertelevisian. Ceritanya kurang lebih sama dengan yang dikisahkan Paltrow di dunia film; ada predator yang ingin membicarakan pekerjaan dengan korban, yang kemudian dilanjutkan dengan perbuatan tak senonoh. Si predator pun memperingatkan korban agar tidak buka mulut dan malah menasihati korban soal loyalitas terhadap perusahaan.

Ketika menyaksikan Bombshell, sebaiknya Anda tidak berharap ada tiga perempuan yang bekerja sama untuk menjatuhkan musuh besar laiknya Charlie’s Angels. Bombshell justru kebalikan dari itu, film ini menggambarkan kejamnya industri yang mengadu domba perempuan. Ada Gretchen yang merasa terancam karena posisinya diincar Megyn, tatapan sinis sesama pembawa acara perempuan, dan lirikan intimidatif antara Megyn, Gretchen, dan Kayla ketika para perempuan itu sama-sama berada dalam lift.

Tidak mudah bagi perempuan untuk buka suara soal pelecehan seksual yang pernah mereka alami. Malahan, mereka baru bisa bersaksi bertahun-tahun kemudian ketika ada sudah ada korban yang mengaku. Bahkan, ketika ingin bersaksi, ancaman dari teman kerja juga mengintai. Bagaimana pun juga, mereka bekerja di media konservatif seperti Fox. Sekali bekerja sebagai reporter Fox sama artinya memutus peluang kerja di tempat lain setelah keluar dari jaringan televisi tersebut.

Bombshell berhasil masuk nominasi di Golden Globe Awards untuk Aktris Terbaik lewat Charlize Theron dan Aktris Pendukung Terbaik lewat Margot Robbie.

Baca juga artikel terkait MISBAR atau tulisan menarik lainnya Irma Garnesia
(tirto.id - Film)

Penulis: Irma Garnesia
Editor: Windu Jusuf
DarkLight