Menuju konten utama

BI Sebut Kredit Macet UMKM Naik, Perbankan Makin Selektif

Kenaikan NPL dinilai jadi biang kerok menjadi biang kerok perlambatan kredit UMKM.

BI Sebut Kredit Macet UMKM Naik, Perbankan Makin Selektif
Pekerja memindahkan loyang berisi adonan roti di salah satu industri rumahan di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Kementerian UMKM mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 21 April 2026 telah mencapai Rp84,8 triliun dari total alokasi Rp295 triliun. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hanya tumbuh 0,16 persen secara tahunan pada April 2026. Bank Indonesia (BI) menyebut lonjakan kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) UMKM menjadi pemicu utama.

Berdasarkan data BI, rasio NPL UMKM tercatat melonjak ke 4,62 persen pada April 2026. Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Dhaha P Kuantan, mengatakan bahwa peningkatan NPL ini memaksa perbankan untuk lebih selektif menyalurkan kredit UMKM.

“Risiko kreditnya meningkat sehingga bank-bank melakukan selective lending. Untuk sektor-sektor UMKM, bank akan pilih-pilih, sehingga pertumbuhan kreditnya relatif tertahan,” ujarnya dalam media briefing BI di Makassar, Jumat (22/5/2026).

Dengan kata lain, kenaikan NPL menjadi biang kerok perlambatan kredit UMKM. Bank mulai menghindari sektor riil yang dianggap berisiko tinggi, terutama yang bergantung pada daya beli kelas bawah yang sedang lesu.

Kondisi ini, kata Dhaha, sudah menjadi perhatian serius BI. Pihaknya kini tengah meracik kebijakan tambahan untuk mendorong kembali aliran kredit ke UMKM.

“Ini memang menjadi concern kita. Diperlukan kebijakan-kebijakan yang terus mendorong pertumbuhan UMKM. Dari sisi kami, akan kami perkuat lagi ke depan apa-apa yang bisa kami dorong. Concern-nya memang banyak terkait NPL yang meningkat dan daya beli masyarakat menengah bawah yang terbatas,” jelasnya.

Meski menurun di April 2026, Dhaha masih menaruh harapan pada tahun depan. Ia meyakini program-program pemerintah yang menyasar langsung masyarakat akar rumput bakal memulihkan daya beli sekaligus menekan NPL.

Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Kelurahan/Desa Merah-Putih (KDKMP), dan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) akan menopang pertumbuhan kredit di tahun ini.

“Harapannya dengan adanya program pemerintah yang banyak menyasar masyarakat menengah bawah, seperti MBG, KDKMP, KUR, dan lain sebagainya, itu bisa membaik di tahun 2026,” tuturnya.

Baca juga artikel terkait KREDIT atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana