Menuju konten utama

Benarkah Maroko Juara Piala Afrika 2025 & Gelar Senegal Batal?

Maroko ditetapkan sebagai juara Piala Afrika (AFCON) 2025, usai Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) membatalkan gelar juara milik Senegal. 

Benarkah Maroko Juara Piala Afrika 2025 & Gelar Senegal Batal?
Para pemain Maroko bereaksi selama adu penalti selama pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia antara Maroko dan Spanyol, di Stadion Education City di Al Rayyan, Qatar, Selasa, 6 Desember 2022. (AP Photo/Martin Meissner)

tirto.id - Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) resmi menetapkan Maroko sebagai juara Piala Afrika (AFCON) 2025 dan membatalkan gelar milik Senegal. Hal itu dikarenakan Dewan Banding CAF memutuskan bahwa Senegal dinyatakan kalah (forfeit) di laga final.

Senegal sejatinya meraih juara Piala Afrika (AFCON) 2026 usai menang tipis 1-0 dari Maroko. Namun torehan tersebut diwarnai aksi walk-off yang dilakukan Senegal sebagai protes terhadap keputusan wasit yang memberikan penalti ke Maroko.

Para pemain dan ofisial Timnas Senegal sempat meninggalkan lapangan permainan selama 16 menit. Akhirnya Dewan Banding CAF memutuskan untuk membatalkan kemenangan dan trofi juara milik Senegal, dan Maroko dinyatakan menang 3-0.

"Dewan Banding memutuskan bahwa berdasarkan Pasal 84 Regulasi Piala Afrika, Timnas Senegal dinyatakan kalah dalam laga final AFCON 2025, dan hasil pertandingan dicatat 3-0 untuk kemenangan Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF)," tulis pernyataan CAF yang dikeluarkan pada Selasa (17/3/2026).

Benarkah Maroko Juara Piala Afrika (AFCON) 2025?

Maroko ditetapkan sebagai juara Piala Afrika (AFCON) 2025, usai Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) membatalkan gelar juara milik Senegal. Dewan Banding CAF memutuskan tim Senegal melakukan pelanggaran regulasi dalam final AFCON 2025 pada 18 Januari 2026.

Dengan demikian, Senegal mesti kehilangan trofi kedua mereka di ajang Piala Afrika. Tim berjuluk ‘The Lions of Teranga’ baru meraih 1 kali juara Piala Afrika edisi 2021. Sementara Maroko kini menorehkan 2 gelar juara Piala Afrika edisi 1976 dan 2025.

Sejatinya, Senegal dinobatkan sebagai juara Piala Afrika (AFCON) 2026, usai menang tipis 1-0 atas Maroko. Namun hasil tersebut diwarnai aksi walk-off yang dilakukan Senegal saat wasit memberikan penalti ke Maroko di menit-menit akhir pertandingan.

Wasit Jean-Jacques Ndala menunjuk titik penalti untuk Maroko pada masa additional time, setelah pemeriksaan VAR atas pelanggaran Malick Diouf terhadap Brahim Diaz. Pada momen sebelumnya, Senegal sempat mencetak gol yang kemudian dianulir karena ada pelanggaran.

Hal tersebut membuat pelatih Senegal, Pape Thiaw, kecewa dengan gol timnya yang dianulir, dan menyuruh para pemainnya ke ruang ganti sebagai protes terhadap penalti yang diberikan kepada Maroko.

Setelah 16 menit berlalu, Sadio Mane memerintahkan rekan-rekannya di Timnas Senegal untuk kembali ke lapangan. Hasilnya tendangan penalti Brahim Diaz dari Maroko berhasil ditepis Edouard Mendy, sehingga laga final berlanjut ke babak extra time.

Pape Gueye kemudian mencetak gol kemenangan untuk Senegal di babak perpanjangan waktu pada menit ke-94. Laga berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Senegal. Lalu terjadi kerusuhan di antara penonton dan saling tuding setelah pertandingan.

Setelah laga tersebut, Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF), mengajukan banding kepada CAF atas tindakan Senegal yang meninggalkan lapangan di tengah pertandingan. Maroko menyebut Timnas Senegal telah melanggar regulasi turnamen.

Setelah melakukan peninjauan, Dewan Banding CAF akhirnya mengabulkan permohonan Maroko dan membatalkan gelar juara milik Senegal. Dewan Banding CAF menilai Senegal melanggar Regulasi Piala Afrika karena meninggalkan lapangan sebelum laga berakhir.

CAF menyatakan bahwa tindakan Senegal melanggar Pasal 82 Regulasi Piala Afrika, yakni menolak melanjutkan pertandingan tanpa izin wasit. Kemudian pada Pasal 84 menegaskan bahwa pelanggaran tersebut berujung pada kekalahan otomatis dengan skor 0-3.

Berdasarkan keputusan tersebut, CAF membatalkan kemenangan Senegal dan mengubah hasil pertandingan menjadi kemenangan 3-0 untuk Maroko. Selain itu, CAF juga mencabut gelar juara milik Senegal dan memberikannya kepada Maroko.

Menanggapi hal tersebut, Federasi Sepak Bola Maroko menyatakan bahwa pihaknya tidak bermaksud menentang perjuangan tim yang berpartisipasi di Piala Afrika 2025. Maroko akan terus berkomitmen untuk mematuhi aturan yang berlaku.

"Pendekatan kami tidak dimaksudkan untuk menantang kinerja tim-tim yang berpartisipasi dalam kompetisi ini, tetapi semata-mata untuk meminta penerapan peraturan kompetisi," tulis pernyataan FRMF dikutip dari ESPN.

"Federasi Maroko menegaskan komitmennya untuk menghormati aturan, memastikan kejelasan dalam kerangka kompetitif, dan menjaga stabilitas dalam kompetisi Afrika," tambah FRMF.

Sementara di pihak lain, Senegal menyatakan bahwa mereka akan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga atau CAS. Federasi Sepak Bola Senegal mengaku kecewa dengan keputusan tersebut yang dapat mencoreng reputasi sepak bola Afrika.

Baca juga artikel terkait PIALA AFRIKA atau tulisan lainnya dari Ahmad Zidan Nahari

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Ahmad Zidan Nahari
Penulis: Ahmad Zidan Nahari
Editor: Iswara N Raditya