Menuju konten utama

Benarkah Jeffrey Epstein Menamai Rekeningnya Baal?

Beredar di media sosial foto tangkapan layar email dalam Epstein Files yang menyebut nama "Baal". Benarkah hal itu merujuk pada nama iblis?

Benarkah Jeffrey Epstein Menamai Rekeningnya Baal?
Sebuah poster yang menampilkan Jeffrey Epstein dan Presiden AS Donald Trump dengan teks dalam bahasa Greenland "YA NATO TIDAK PEDOFILIA" dipajang di halte bus di Nuuk, Greenland, pada 24 Januari 2026. AFP/Jonathan NACKSTRAND / AFP)

tirto.id - Di media sosial ramai tangkapan layar soal penemuan nama rekening Baal dalam salah satu email Epstein. Mereka kemudian menghubungkan nama tersebut dengan istilah iblis dalam agama.

Departemen Kehakiman AS (DOJ) merilis lebih dari 3 juta halaman dokumen kasus Jeffrey Epstein pada 30 Januari 2026.

Sejak saat itu, publik mulai mengorek setiap detail dari screenshot percakapan Epstein melalui email, termasuk riwayat keuangannya.

Epstein Menamai Rekening Bank dengan Baal?

Dalam dokumen EFTA01589335.pdf dari Epstein Files, terdapat sebuah memorandum tertanggal 27 Juli 2009 dari Jeffrey Epstein dan COUQ Foundation yang ditujukan kepada William Doherty di JP Morgan.

Memorandum ini meminta pengiriman dana sejumlah $11,438.10 dari akun C_O.U.Q. Foundation ke sebuah rekening yang disebut dengan “Baal. name: Wachovia Bank, N.A.”, dengan Account Name tercatat sebagai One Clearlake Centre, LLC dan referensi pembayaran untuk The Florida Science Foundation — Invoice 1404.

Kata “Baal” dalam dokumen ini menimbulkan spekulasi dan viral di media sosial, dengan klaim bahwa Epstein memiliki rekening atas nama “Baal”, yang dalam konteks mitologi sering diasosiasikan dengan figur setan atau dewa Kanaan.

Namun, analisis rinci menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak benar. Dokumen ini merupakan hasil scan dari faks atau dokumen tertulis yang kemudian dijalankan melalui perangkat OCR (Optical Character Recognition) untuk mengekstrak teks, sehingga muncul kesalahan tipografi.

Istilah “Baal. name:” pada dasarnya adalah kesalahan pembacaan dari “Bank Name:”, karena di baris berikutnya jelas tertulis Wachovia Bank, N.A. sebagai bank penerima. Sedangkan, satu-satunya “Account Name” yang muncul dalam dokumen adalah One Clearlake Centre, LLC, bukan “Baal”.

Selain itu, dokumen ini menunjukkan beberapa keanehan format seperti penggunaan titik setelah kata “Baal” dan penggunaan titik dua ganda atau tanda titik koma setelah nomor akun, yang merupakan ciri khas hasil OCR dari faks atau dokumen lama.

Dokumen serupa dalam arsip Epstein menunjukkan pola yang sama yakni instruksi transfer bank yang awalnya ditulis secara normal, namun menjadi tidak rapi setelah di scan.

Apa Itu Baal?

Dilansir dari laman Britannica, Baal adalah dewa yang disembah di banyak komunitas kuno Timur Tengah, terutama oleh bangsa Kanaan. Bangsa Kanaan menganggapnya sebagai dewa kesuburan dan salah satu dewa terpenting dalam kepercayaan mereka.

Kata “baal” sendiri dalam bahasa Semit berarti “tuan” atau “pemilik”. Namun, ketika kata itu dipakai untuk dewa, maknanya lebih spesifik yakni Baal menjadi penguasa kesuburan dan kehidupan, serta disebut Penguasa Bumi dan Penguasa Hujan dan Embun, yang sangat penting untuk pertanian di wilayah Kanaan.

Pemujaan Baal juga populer di Mesir dari sekitar 1400 hingga 1075 SM. Pengaruh bangsa Aram membawa penyebutan Baal menjadi Bel, yang kemudian dikenal dalam bahasa Yunani sebagai Belos, setara dengan Zeus.

Sedangkan dalam perspektif Kristen, Baal bukan dewa yang sah, melainkan simbol penyembahan berhala dan pemberontakan terhadap Tuhan, dan cerita-cerita Alkitab menekankan pentingnya menolak Baal dan tetap setia kepada Tuhan.

Selama masa Hakim-hakim dan pemerintahan Raja Ahab, banyak orang Israel tergoda untuk mengikuti dewa-dewa asing, termasuk Baal, meski Tuhan memerintahkan mereka hanya menyembah Dia.

Di Perjanjian Baru, nama Baal bahkan dikaitkan dengan setan, misalnya dalam sebutan Beelzebub (Matius 12:27), menegaskan bahwa semua bentuk penyembahan Baal adalah penyembahan setan atau iblis dalam bentuk dewa palsu.

Baca juga artikel terkait JEFFREY EPSTEIN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra