Menuju konten utama

Belum Diberi Izin Impor Bawang, Buwas Nilai Mendag Kurang Waras

Buwas menilai sikap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita aneh karena tidak kunjung menerbitkan izin impor bawang putih kepada Bulog.

Belum Diberi Izin Impor Bawang, Buwas Nilai Mendag Kurang Waras
Dirut Perum Bulog Budi Waseso bergegas seusai mengikuti rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (31/10/2018). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.

tirto.id - Masalah impor bawang putih yang diperintahkan oleh Menko Perekonomian kepada Perum Bulog membuat jengah Komjen Pol (Purn) Budi Waseso (Buwas). Sebab, Kemendag tidak kunjung menerbitkan izin impor bawang putih kepada Bulog.

Padahal, perintah impor bawang putih sebanyak 100 tibu ton kepada Bulog adalah keputusan yang diambil melalui rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan dihadiri oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution.

"Anehnya keputusan Ratas yang sudah tiga bulan lalu, sampai sekarang tidak dijalankan karena Bulog belum diberi izin oleh menteri perdagangan. Ya apa namanya, menurut saya kurang waras," kata Dirut Perum Bulog itu menggambarkan sikap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Pernyataan itu disampaikan Buwas dalam acara buka bersama pemimpin redaksi media massa yang berlangsung di Gedung Pertemuan Bulog, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Ketika ditanyakan apakah ungkapannya itu bisa dikutip, dengan enteng mantan Kabareskrim dan Kepala BNN ini mengatakan “silakan dikutip.”

Ini seolah babak kedua perseteruan Enggartiasto dengan Buwas. Perseteruan pertama ialah saat Bulog menyatakan bahwa beras sudah mencukupi dan tak ada tempat penyimpanan lagi, tapi tiba-tiba Enggar tetap mengimpor beras dan tidak mau tahu tentang tempat penyimpanannya yang notabene di Bulog. Saking jengkelnya, Buwas sempat menjawab Enggar dengan kata "matamu."

Buwas dalam acara buka bersama tersebut juga meyakinkan bahwa kondisi pangan, terutama beras dan bahan kebutuhan pokok, saat ini cukup. Bahkan, katanya, Bulog siap untuk mengekspor beras.

"Sebenarnya kita tidak ada tugas mengekspor karena utamanya adalah soal penyediaan pangan dalam negeri. Tapi, saya demi bangsa dan negara ingin menunjukkan bahwa kita bisa dan siap ekspor beras," tandasnya.

Menurutnya secara de facto saat ini negara-negara seperti Brunei, Papua Nugini, Timor Leste sudah mendapatkan kebutuhan beras dari Indonesia. "Timor Leste selama ini dapat beras dari NTB, Brunei dari Kalbar, dan Papua Nugini dari Sulsel," kata Buwas.

Akhir April lalu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Oke Nurwan mengaku masih menunggu arahan dari Menteri Enggar soal pemberian izin impor bawang putih untuk Bulog.

Nurwan pun mengatakan tidak mengetahui mengapa arahan dari Mendag Enggartiasto tidak kunjung diberikan. Namun, ia memastikan bahwa tidak ada pembatalan rencana pemberian izin impor bawang putih kepada Bulog.

“Harus tanya Pak Menteri [Enggar]. Kami sudah terima pengusulan. Tapi arahan belum turun dari Pak Menteri untuk diserahkan ke Kementerian BUMN. Setahu saya tidak ada pembatalan,” ucap Nurwan.

Pada April 2019 lalu, Kemendag tercatat sudah menerbitkan izin impor 115 ribu ton bawang putih kepada delapan importir.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan saat Lebaran 2019, Kemendag akan menerbitkan lagi izin impor 125 ribu ton bawang putih kepada 11 importir.

Berdasarkan data yang dihimpun tim riset Tirto dari Kementerian Pertanian, volume impor bawang putih memang tercatat terus meningkat pada periode 2016-2018.

Pada 2016, impor bawang putih mencapai 448.881 ton. Angka itu sedikit menurun dibandingkan impor pada tahun sebelumnya. Namun, pada 2017, volume impor bawang putih terkerek lagi menjadi 559.728 ton. Kemudian, pada 2018, impor bawang putih pun kembali membengkak menjadi 587.942 ton.

Baca juga artikel terkait IMPOR BAWANG PUTIH atau tulisan lainnya dari Sapto Anggoro

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Sapto Anggoro
Penulis: Sapto Anggoro
Editor: Addi M Idhom