Menuju konten utama

Bawaslu RI Temukan Ada Kampanye di TPS PSU Kuala Lumpur

Bawaslu mengeklaim  hasil klarifikasi pengawas menyatakan subjek yang berkampanye tidak memenuhi unsur pelanggaran dan dilakukan mekanisme pencegahan saja.

Bawaslu RI Temukan Ada Kampanye di TPS PSU Kuala Lumpur
Seorang warga negara Indonesia (WNI) mencelup jarinya pada tinta usai menyalurkan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada pemilu 2024 di Pusat Dagangan Dunia Kuala Lumpur (WTC), Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (11/2/2024). WNI yang menetap di Malaysia melakukan pencoblosan Pemilu 2024 pada 11 Februari 2024. ANTARA FOTO/Rafiuddin Abdul Rahman/foc.

tirto.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menemukan adanya kampanye di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemungutan Suara Ulang (PSU) Kuala Lumpur, Malaysia. Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Lolly Suhenty, menuturkan, ada beberapa pihak yang membagikan pamflet hingga kartu nama dengan berisi nomor urut partai dan nama calon legislatif.

"Terdapat pembagian bahan kampanye berupa selebaran, pamflet, brosur, dan kartu nama yang memuat nama, nomor urut partai, visi misi oleh caleg (calon anggota legislatif) DPR RI, yang disebarkan oleh orang yang tidak dikenal di sekitar gedung World Trade Center," kata Lolly dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa malam.

Tetapi, Lolly mengakui, dari hasil klarifikasi pengawas menyatakan subjek yang berkampanye tidak memenuhi unsur pelanggaran, sehingga dilakukan mekanisme pencegahan saja. Lalu, terdapat TPS yang tidak dibuka tepat waktu karena terdapat miskomunikasi terkait kehadiran pengawas TPS dan adanya saksi peserta Pemilu yang belum hadir di lokasi TPS.

Dia menjelaskan, seharusnya PSU dilaksanakan tepat waktu pada pukul 08.00 waktu setempat. Tetapi, terdapat TPS yang baru dibuka pada pukul 08.45 waktu setempat.

Selanjutnya, tidak ada layanan help desk atau meja bantuan di TPS, sehingga terdapat pemilih yang mengantre dan petugas registrasi tidak mengetahui tempat konsultasi ketika terdapat kendala di meja registrasi. Kemudian, Lolly menyebut terjadi gangguan keamanan di TPS PSU Kuala Lumpur.

"Di sela-sela proses antrian di ruang holding di lantai 2 terdapat kegaduhan karena pemilih menyuarakan yel-yel untuk mendukung pilihan masing-masing," ujar Lolly.

Tidak hanya itu, terjadi penumpukan antrean pemilih. Terjadi menumpuk karena hanya ada satu petugas dari KPU RI di ujung pintu antrean, dan melakukan pengecekan kesesuaian foto pada dokumen identitas dengan wajah pemilih.

"Pada tahap ini, pemilih yang tidak membawa identitas tidak diperbolehkan memasuki ruang registrasi," ungkap Lolly.

Dia menuturkan catatan selanjutnya adalah terdapat data pemilih yang tidak akurat. Dia menjelaskan berdasarkan pengecekan pada Cek DPT Online dan dokumen identitas calon pemilih, terdapat pemilih yang menggunakan hak pilihnya pada pemungutan suara di Kuala Lumpur, namun pada PSU tidak terdaftar sebagai DPT.

Terakhir, kata dia, terdapat beberapa kota suara yang tidak tersegel dan tidak ada gembok atau ikat kabel. Yaitu TPS 4, TPS 18, TPS 19. Sementara itu, yang tidak ada gembok/ikat kabel yaitu TPS 11, dan TPS 16.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2024

tirto.id - Politik
Sumber: Antara
Editor: Intan Umbari Prihatin