tirto.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 11.949 peserta mengikuti program Magang Nasional atau Magang Hub angkatan pertama. Program tersebut berlangsung sejak Oktober hingga 20 April 2026.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemnaker, Anwar Sanusi, mengatakan jumlah peserta Magang Hub pada tahap awal mencapai lebih dari 16 ribu orang.
"Berdasarkan proses seleksi yang telah dilaksanakan secara menyeluruh, terpilih 14.952 peserta batch yang pertama atau batch 1A, dan 1.160 batch 1B, sehingga total 16.112," ujarnya saat seremoni penutupan program Magang Hub secara virtual, Jumat (24/4/2026).
Menurut Anwar, seiring berjalannya program, jumlah peserta yang sebagian besar merupakan lulusan perguruan tinggi tersebut menyusut 4.163 menjadi 11.949 orang. Ia menilai penurunan tersebut merupakan dinamika yang wajar dalam pelaksanaan program.
Ia menjelaskan, sebagian peserta mengundurkan diri karena telah memperoleh pekerjaan tetap di instansi atau perusahaan lain.
"Hal ini merupakan bagian dari dinamika program, di mana terdapat peserta yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan," tuturnya.
"Salah satunya adalah mereka diterima sebagai karyawan tetap di salah satu perusahaan atau di dalam instansi," lanjut Anwar.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut tingkat penyerapan peserta magang oleh perusahaan setelah program Magang Hub berkisar antara 20 hingga 30 persen. Saat ini, Kemnaker masih melakukan pendataan terhadap peserta yang melanjutkan karier mereka.
"Ada [perusahaan] yang sudah merekrut 20 persen dari yang magang, ada yang sudah 30 persen, dan ini yang sekarang sedang kita data," ujar Yassierli.
Ia menambahkan, setelah menyelesaikan program Magang Hub, para peserta akan mengikuti ujian sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan Kemnaker bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Sertifikat kompetensi tersebut menjadi bukti kemampuan peserta di bidang tertentu sekaligus menjadi nilai tambah bagi perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja baru.
"Alhamdulillah sampai sekarang sertifikatnya diakui, sertifikatnya dicari ya. Ada biayanya, tapi buat adik-adik peserta magang, kita buat gratis," sebut Yassierli.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id

































