Menuju konten utama

Bantu Pahami Kondisi Keuangan, Bank Jago Hadirkan Rapor Kredit

Fitur Rapor Kredit di Aplikasi Jago memudahkan peminjam memantau kesehatan kredit berbasis data SLIK OJK dan mendorong pinjaman lebih bijak.

Bantu Pahami Kondisi Keuangan, Bank Jago Hadirkan Rapor Kredit
Peluncuran fitur Rapor Kredit Bank Jago. foto/Dok. Bank jago
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id -

Bank Jago meluncurkan fitur Rapor Kredit di Aplikasi Jago untuk membantu peminjam memahami kondisi kesehatan kredit mereka. Fitur ini menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam menerapkan konsep pembiayaan yang bertanggung jawab (responsible lending).
Head of Sustainability & Digital Lending Bank Jago, Andy Djiwandono, mengatakan akses pembiayaan yang semakin mudah perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai kondisi keuangan pribadi agar masyarakat dapat mengambil keputusan kredit secara lebih bijak.
"Akses pembiayaan yang mudah perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai kondisi finansial pribadi. Melalui Rapor Kredit, kami berharap debitur mengambil pinjaman dengan lebih bijak, terukur sesuai kemampuan finansialnya," kata Andy merujuk keterangan tertulis pada Selasa (14/7/2026).
Melalui fitur tersebut, peminjam dapat mengakses informasi kesehatan kredit secara lebih mudah, jelas, dan transparan langsung dari Aplikasi Jago. Informasi tersebut membantu nasabah memahami kapasitas finansial serta mempertimbangkan kebutuhan sebelum mengajukan pinjaman.
Data yang ditampilkan dalam Rapor Kredit bersumber dari Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Debitur dapat melihat riwayat pinjaman, status kredit, hingga gambaran kondisi kredit secara menyeluruh.
Fitur tersebut juga dilengkapi dengan Credit Health Tips yang berisi artikel edukasi dan rekomendasi yang dipersonalisasi sesuai kondisi kesehatan kredit masing-masing nasabah.
"Bagi nasabah dengan kesehatan kredit yang baik, fitur ini memberikan panduan untuk mempertahankan kesehatan kreditnya. Bagi nasabah yang masih memiliki ruang untuk memperbaiki kesehatan kreditnya, tersedia tips dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas kredit secara bertahap," ujar Andy.
Bank Jago menjelaskan kehadiran fitur ini didorong oleh masih rendahnya tingkat literasi masyarakat terhadap layanan pembiayaan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis OJK, tingkat literasi keuangan pada pembiayaan perbankan mencapai 65,5 persen.

Sementara itu, literasi pada lembaga pembiayaan nonbank, fintech lending, dan lembaga keuangan mikro masing-masing masih berada di angka 44,7 persen, 24,9 persen, dan 9,8 persen.

Menurut Bank Jago, meningkatnya akses masyarakat terhadap pembiayaan harus diimbangi dengan kemampuan mengelola utang agar kondisi keuangan tetap sehat.
Rapor Kredit merupakan wujud penerapan prinsip responsible lending yang dikembangkan oleh Bank Jago untuk mendorong praktik pemberian kredit yang lebih bertanggung jawab.

Inovasi ini lahir dari tim yang sebelumnya terpilih sebagai salah satu inovator muda terbaik Indonesia dalam ajang SDG Innovation Accelerator for Young Professionals (SDGI) 2024 berkat keberhasilannya menghadirkan strategi bisnis berkelanjutan yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis