Menuju konten utama

Bank Besar Efisiensi Pekerja, OJK: Dipicu Adopsi Teknologi

OJK sebut fenomena penurunan beban tenaga kerja di sejumlah bank besar pada awal 2026 terjadi akibat masifnya adopsi teknologi digital.

Bank Besar Efisiensi Pekerja, OJK: Dipicu Adopsi Teknologi
Pencari kerja membawa dokumen lamaran pekerjaan mengantre untuk mengikuti job fair Solo Career Expo di Balai Kota, Solo, Jawa Tengah, Rabu (23/7/2025). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/nz.

tirto.id - Sejumlah bank besar disebut melakukan penurunan beban tenaga kerja pada kuartal I-2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai langkah efisiensi tersebut bukan semata karena terbatasnya pertumbuhan kinerja, melainkan didorong oleh adopsi teknologi yang semakin masif di industri perbankan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa tren penurunan beban tenaga kerja dipengaruhi oleh perubahan perilaku, ekspektasi, serta kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan seiring digitalisasi.

"Penurunan beban tenaga kerja tersebut antara lain dipengaruhi tren meningkatnya adopsi teknologi informasi di bidang keuangan yang semakin masif," ujar Dian dalam keterangannya, dikutip pada Minggu (17/5/2026).

Meski tidak merinci bank yang disebut melakukan efisiensi, Dian memandang otomatisasi layanan digital, baik dari sisi penghimpunan dana atau funding maupun penyaluran kredit atau lending, justru membawa dampak positif bagi perbankan.

Efisiensi ini memungkinkan bank memperkuat sumber daya manusia (SDM) untuk mengisi pekerjaan inti (core pekerjaan) dengan nilai tambah dan kompleksitas yang lebih tinggi.

OJK memandang langkah efisiensi tersebut sebagai bagian dari strategi bisnis masing-masing bank, dengan syarat tetap dilakukan secara prudent.

"Sepanjang tetap dilakukan secara prudent, memperhatikan aspek tata kelola, manajemen risiko, serta tidak mengganggu kualitas layanan kepada masyarakat dan ketahanan industri perbankan secara umum," kata Dian.

Terkait nasib pekerja yang terdampak, Dian menjelaskan bahwa bank telah melakukan berbagai langkah antisipasi. Bank disebutkan memiliki program pelatihan ulang (re-training dan re-skilling) serta realokasi pegawai ke unit bisnis lain dalam lingkup bank.

Ia menekankan bahwa strategi bisnis yang berdampak pada pengurangan pegawai wajib mematuhi aturan ketenagakerjaan yang berlaku. Ia pun mendorong perbankan untuk terus bertransformasi.

“Kami mendorong bank untuk terus melakukan transformasi dan meningkatkan produktivitas, termasuk melalui penguatan digitalisasi dan pengembangan kompetensi SDM," tuturnya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Rina Nurjanah