Menuju konten utama

Bangun Budaya Kerja Baru, Gus Ipul Dorong Kebersamaan Pegawai

Kemensos menggelar kegiatan team building untuk mendorong budaya kerja adaptif. Gus Ipul menekankan kebersamaan dan gotong royong sebagai kunci kinerja.

Bangun Budaya Kerja Baru, Gus Ipul Dorong Kebersamaan Pegawai
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat memberikan arahan kepada seluruh pegawai Kementerian Sosial dalam kegiatan team building pada acara Doa Bersama dan Sosialisasi Transformasi Budaya Kerja di lingkungan Kemensos, di Gedung Aneka Bhakti, Jakarta, Senin (6/4/2026). (FOTO/dok.Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar kegiatan team building dalam acara Doa Bersama dan Sosialisasi Transformasi Budaya Kerja di lingkungan Kemensos, yang digelar di Gedung Aneka Bhakti, Senin (6/4/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu cara Kemensos dalam mendorong lahirnya budaya kerja yang efektif, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyebut bahwa momen ini, selain menjadi ajang mempererat kebersamaan, juga menghadirkan sisi humanis pegawai yang jarang terlihat dalam suasana formal.

“Dengan acara ini kita melihat hal-hal yang mungkin selama ini tidak kita temukan di ruangan kantor. Para direktur terlihat apa adanya. Jadi ini kelihatan semua bisa lepas dan ini baik untuk kita semua,” kata Gus Ipul.

Baginya, suasana yang cair dan penuh keakraban justru menjadi modal dalam membangun solidaritas tim. “Bahwa banyak ketidaksempurnaan di tengah-tengah kita, tapi kita bisa saling menguatkan Itu catatan kita,” katanya.

Menurutnya, semangat saling mendukung dan gotong royong merupakan kunci menghadapi tantangan organisasi ke depan. Kebersamaan dinilai akan mendorong pencapaian target secara kolektif.

“Kalau kita punya (rasa) kebersamaan, tidak ada yang bisa kita tidak atasi secara bersama-sama. Itulah kekuatan kita, gotong-royong itu adalah kekuatan kita,” tegasnya.

Acara diawali dengan penampilan baris-berbaris siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi dan SRMA 10 Jakarta yang berlangsung tertib dan energik. Suasana kian semarak dengan penampilan paduan suara Kemensos “Suarasa” yang mengajak seluruh peserta ikut bernyanyi bersama.

Puncak acara berlanjut dengan lomba kreativitas antar-unit kerja eselon I. Masing-masing unit menampilkan konsep unik dengan kostum beragam, mulai dari nuansa kerajaan hingga batik ciprat. Suasana pun semakin meriah.

Perwakilan Sekretariat Jenderal tampil paling menonjol dengan balutan tema Mesir era klasik, hingga berhasil mencuri perhatian seluruh peserta untuk bernyanyi dan menari bersama.

Hadir dalam acara ini Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Agus Zainal Arifin, serta sejumlah pejabat tinggi madya Kemensos.

Pada kesempatan yang sama, sebagai bagian dari transformasi, Kemensos juga mendorong pergeseran cara pandang terhadap konsep berhemat. Hemat bukan lagi soal pembatasan, melainkan soal bekerja lebih tepat sasaran, efisien, dan berdampak.

Lewat Gerakan Hemat Energi, pemanfaatan waktu, tenaga, dan sumber daya diarahkan untuk menghasilkan kinerja yang lebih maksimal. Pendekatan ini memperkuat kolaborasi antarunit sekaligus mendongkrak produktivitas secara menyeluruh.

Implementasinya dilakukan melalui langkah nyata berupa penerapan kerja dari rumah setiap Jumat, penggunaan kendaraan dinas bersama, pengutamaan transportasi publik, penghematan air, listrik, dan kertas, serta penguatan pemanfaatan teknologi digital.

Pendekatan ini menjadikan efisiensi sebagai upaya memangkas hal-hal yang tidak perlu agar pelayanan kepada masyarakat makin fokus dan optimal. Komitmen ini menegaskan langkah Kemensos dalam membangun budaya kerja yang efisien, efektif, dan responsif sesuai tagline "Kemensos Hemat, Layanan Hebat".

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis