Menuju konten utama

Bahlil Minta Media Tak Buat Berita Soal BUMN Rusak Raja Ampat

Bahlil menuding ada pihak asing di balik pemberitaan kerusakan Raja Ampat oleh PT Gag Nikel, anak usaha Antam.

Bahlil Minta Media Tak Buat Berita Soal BUMN Rusak Raja Ampat
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia dalam acara Energi Mineral Forum 2025 di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (26/5/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merespons ramainya pemberitaan soal kerusakan Raja Ampat akibat anak perusahaan BUMN.

Isu ini ramai di sosial media lewat video sebuah wilayah di kepulauan Raja Ampat yang gundul akibat aktivitas pertambangan. Padahal, Raja Ampat merupakan destinasi wisata unggulan nasional.

Menurut Bahlil, video itu diduga berada di Pulau Piaynemo, wilayah Kepulauan Raja Ampat. Sementara di Raja Ampat, hanya ada satu perusahaan nikel yang beroperasi yaitu PT Gag Nikelyang 100 persen sahamnya dimiliki secara langsung oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Akan tetapi, Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Gak berada di Pulau Gak, yang jaraknya merentang sekitar 30-40 kilometer dengan Pulau Piaynemo.

“Ada gambar yang diperlihatkan itu seperti di pulau Piaynemo. Piaynemo itu pulau prawisatanya Raja Ampat. Saya sering di Raja Ampat. Pulau Piaynemo dengan PT di Pulau Gag itu itu kurang lebih sekitar 30-40km,” ujarnya dalam konferensi pers di Kompleks Kementerian ESDM, Kamis (5/6/2025).

Kini, Bahlil telah menghentikan sementara aktivitas pertambangan PT Gag Nikel sampai hasil tinjauan yang akan dilakukannya ke lokasi selesai. Bahlil pun menuding bahwa di balik pemberitaan itu, ada pihak-pihak asing yang tidak senang dengan program hilirisasi nikel yang sedang digencarkan oleh pemerintah.

“Dalam berbagai kesempatan saya katakan bahwa ada pihak-pihak asing yang tidak senang atau kurang berkenan dengan proyek hilirisasi ini,” katanya

Tak hanya itu, Bahlil juga menduga bahwa kepentingan asing ini disusupkan lewat media media yang mengaku “merah-putih”, dengan narasi yang tidak sejalan dengan kepentingan pemerintah.

“Kalian ini kan media Republik Indonesia, toh? Media Merah Putih, ini kan? Atau ada sengaja cap merah putih?” ujarnya.

Lebih jauh Bahlil mengatakan bahwa, di tengah kondisi geopolitik dan geoekonomi yang ada saat ini, banyak pihak-pihak yang ingin menjegal upaya pemerintah dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

“Jadi kalau kalian media NKRI, media Merah Putih, tolong buat berita yang jangan sampai merugikan negara kita,” tegasnya.

Baca juga artikel terkait RAJA AMPAT atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana