Menuju konten utama

Asal Mula Dolly

Kawasan pelacuran Dolly berasal dari nama seorang perempuan pemilik rumah bordil: Tante Dolly.

Asal Mula Dolly
ilustrasi prostitusi. gambar/shutterstock

tirto.id - Ada beberapa versi sejarah terkait kawasan Dolly, lokalisasi pekerja seks komersial terbesar se-Asia Tenggara yang ditutup 2014 lalu. Salah satunya adalah yang ditulis oleh Tjahjo Purnomo dan Ashadi Siregar, dalam buku Dolly: Membedah Dunia Pelacuran Surabaya, Kasus Kompleks Pelacuran Dolly (1982).

Dalam buku itu, seperti dikutip nationalgeographic.co.id, disebut bahwa kawasan Dolly pada 1960an adalah kompleks pemakaman Tionghoa, yang kemudian dibongkar menjadi permukiman warga. Pada 1966, mulai banyak pendatang menetap, salah satunya Dolly Khavit yang bermukim setahun kemudian. Ia adalah mantan pelacur berdarah Jawa-Filipina dan bersuamikan pelaut Belanda. Tante Dolly, demikian ia disebut, lantas mendirikan rumah bordil di jalan yang kemudian bernama Kupang Gunung Timur I.

Rumah bordil itu terkenal, salah satunya karena faktor Tante Dolly yang memicu rasa penasaran lelaki pecinta layanan seksual. Setelah tempat Tante Dolly sukses, banyak orang lain juga mendirikan layanan serupa di sekitar daerah itu. Lambat laun jumlahnya semakin marak sehingga menjadi kawasan lampu merah yang terkenal dengan sebutan Gang Dolly.

Baca juga artikel terkait atau tulisan lainnya dari Maulida Sri Handayani

Reporter: Maulida Sri Handayani
Penulis: Maulida Sri Handayani
Editor: Maulida Sri Handayani