tirto.id - Mungkin ada yang pernah bertanya-tanya ketika melihat sekelompok orang atau siswa memukul ember, botol dan mengayunkan botol air mineral berisi pasir, sehingga terdengar seperti satu-kesatuan ketukan atau komposisi. Singkat cerita, itulah yang dinamakan dengan eksplorasi bunyi.
Amat luas bila membicarakan tentang eksplorasi bunyi. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh mahasiswa di kampus musik, mahasiswa PGSD atau bahkan siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA). Kendati demikian, eksplorasi bunyi tidak melulu menjadikan media non-instrumen sebagai alat untuk membuat satu kesatuan komposisi, ia bisa juga memakai alat-alat musik seperti biola, gendang, jimbe, alat tiup dan lain-lain.
Mengutip judul buku "Bunga Rampai Pendidikan Seni dan Potensi Kearifan Lokal" karya J. Julia, eksplorasi bunyi adalah upaya untuk mengeksplor bunyi-bunyi yang dihasilkan dari berbagai media seperti botol minuman, kentongan, gelas, galon ember dan lainnya.
Tujuannya adalah untuk melihat potensi bunyi yang dihasilkan dari berbagai media tersebut, serta mengetahui karakter dan cara memainkannya untuk mendapatkan aneka bunyi. Dalam tugas kampus, biasanya mahasiswa dibebaskan untuk mengekspresikan imajinasinya tanpa harus memikirkan lagi tonalitas.
Dalam proses penggarapannya, masih dikutip dari buku itu, mahasiswa PGSD biasanya, diberikan dasar-dasar membuat komposisi. Persoalan yang muncul adalah, bagaimana cara menghafal komposisi serta membagi tugas kepada para pemain?
Namun, ada beberapa cara untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Antara lain:
1. Membagi mahasiswa menjadi beberapa kelompok
2. Memberikan contoh komposisi, selain itu memberikan tema musik, layer musik, tempo dan dinamika
3. Para pemain diminta untuk mencoba komposisi yang telah dibuat ke dalam bentuk notasi
Eksplorasi bunyi ini dinilai penting karena dianggap bisa meningkatkan kreativitas dan pengalaman musikal karena dalam proses penggarapannya dibutuhkan imajinasi dan daya kreatif. Di sisi lain, eksplorasi bunyi juga dapat meningkatkan kerja sama karena harus saling melengkapi satu sama lain.
Editor: Agung DH
Masuk tirto.id

























