Menuju konten utama

Apa Saja Shalat Sunnah Ramadhan? Qobliyah Subuh sampai Tahajud

Simak apa saja shalat sunnah yang bisa dikerjakan selama Ramadhan beserta rincian dan urutannya.

Apa Saja Shalat Sunnah Ramadhan? Qobliyah Subuh sampai Tahajud
Ilustrasi Shalat. foto/IStockphoto. foto/IStockphoto

tirto.id - Apa saja shalat sunnah yang dapat dilakukan sepanjang Ramadhan, sejak bangun tidur menjelang subuh hingga kembali sampai dini hari?

Memasuki pertengahan bulan Ramadhan 2026, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadah, terutama dalam rangka menyambut malam istimewa Lailatul Qadar. Salah satu amalan utama yang bisa diperbanyak adalah shalat sunnah, baik yang terkait waktu maupun sebab.

Selain shalat tarawih dan witir yang umumnya dilakukan berjamaah, masih banyak shalat sunnah lain yang bisa dikerjakan sejak menjelang subuh hingga dini hari. Berikut panduan lengkap dan urutan shalat sunnah selama Ramadhan agar ibadah lebih maksimal.

Apa Saja Shalat Sunnah yang Bisa Ditunaikan pada Ramadhan?

Dalam hadis riwayat Al-Bukhari, disebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa mengerjakan shalat pada malam Ramadhan karena iman dan semata-mata taat kepada Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari).

Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan ibadah malam di bulan Ramadhan, termasuk shalat sunnah seperti tarawih dan tahajud.Dalam satu hari, terdapat beberapa shalat sunnah yang dapat dikerjakan. Beberapa di antaranya mengikuti waktu shalat fardhu lima waktu, yakni sebelum atau sesudahnya.

Tidak hanay shalat tarawih, witir, dan tahajud pada malam hari. Umat Islam dapat menambah shalat sunnah lain pada waktu-waktu lain.

Melansir lamanNU Online, shalat sunnah atau shalat di luar shalat fardhu dapat dikategorikan menjadi dua kategori, yakni yang berkaitan dengan waktu dan yang berkaitan dengan sebab.

Shalat sunnah rawatib, dhuha, tahajud, witir, dan juga tarawih, lalu shalat ‘idain (Idul Fitri dan Idul Adha) termasuk dalam kategori shalat sunnah berkaitan dengan waktu. Pasalnya, shalat sunnah tersebut harus ditunaikan pada waktunya.

Dalam satu hari, umat Islam berpeluang mengerjakan banyak shalat sunnah. Misal, dalam 5 waktu shalat fardu diiringi dengan shalat rawatib (qobliyah atau bakdiyah).

Ketika shalat subuh, kita dapat mengiringinya dengan qabliyah subuh 2 rakaat yang juga disebut sebagai shalat sunnah fajar. Diriwayatkan, Rasulullah saw. bersabda, “Dua rakaat shalat fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim)

Setelah itu, umat Islam dapat melaksanakan shalat dhuha pada waktu dhuha, yaitu ketika matahari sudah tseukuran satu tombak sampai waktu zawal, saat tergelincir ke arah barat. Jumlahnya dapat saja 2 rakat, tetapi juga dapat menjadi 4, 6, 8, hingga 12 rakaat.

Shalat zuhur dapat pula dilengkapi 4 rakaat sebelum dan 4 rakaat sesudahnya. Berikutnya, saat shalat asar, kita dapat menyertainya dengan 4 rakaat sebelum shalat fardu (qobliyah asar).

Pada saat shalat magrib terdapat shalat qobliyah 2 rakaat dan bakdiyah 2 rakaat. Sementara itu, shalat isya juga memiliki 2 rakaat shalat qobliyah dan 2 rakaat shalat bakdiyah.

Selanjutnya, shalat sunnah yang dapat dikerjakan adalah shalat tarawih, witir, dan tahajud. Adapun shalat hajat, istikharah, taubat, dan sebagainya juga bisa dilakukan jika terdapat sebab tertentu dan tidak terikat pada waktu-waktu khusus.

Shalat tarawih hanya terdapat pada bulan Ramadhan. Pelaksanaannya cukup beragam mengenai jumlah rakaat; ada yang berpendapat sebanyak 8, ada yang 20 rakaat.

Setelah shalat tarawih, jika berjamaah di masjid/musala, biasanya dilanjutkan dengan shalat witir 3 rakaat, meski dianjurkan bahwa shalat ini sebagai penutup. Pelaksanaannya bisa dilakukan dengan jumlah rakaat ganjil tertentu, mulai dari 1, 3, 5, hingga 11 rakaat.

Sementara itu, shalat tahajud adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur. Tidak ada batas maksimal dalam jumlah rakaat shalat tahajud, tetapi minimal dilakukan sebanyak 2 rakaat.

Rincian dan Urutan Shalat Sunnah Sepanjang Hari Ramadhan

Untuk memudahkan dalam mengerjakan shalat sunnah selama bulan Ramadhan, pembaca bisa mengikuti rincian dan urutannya. Berikut ini shalat-shalat sunnah Ramadhan beserta pelaksanaannya di antara shalat fardu:

Pagi

  • Shalat qobliyah subuh (2 rakaat)
  • Shalat subuh (2 rakaat)
  • Shalat dhuha (2 rakaat)

Siang-Sore

  • Shalat qobliyah zuhur (4 rakaat)
  • Shalat zuhur (4 rakaat)
  • Shalat bakdiyah zuhur (4 rakaat)
  • Shalat qobliyah asar (4 rakaat)
  • Shalat asar (4 rakaat)

Malam

  • Shalat qobliyah magrib (2 rakaat)
  • Shalat magrib (3 rakaat)
  • Shalat bakdiyah magrib (2 rakaat)
  • Shalat qobliyah isya (2 rakaat)
  • Shalat isya (4 rakaat)
  • Shalat bakdiyah Isya (2 rakaat)
  • Shalat iftitah (2 rakaat)
  • Shalat tarawih (8 atau 20 rakaat)
  • Shalat tahajud (minimal 2 rakaat)
  • Shalat witir (1, 3, hingga 11 rakaat angka ganjil)

Pembaca dapat mengakses rekomendasi artikel Tirto.id mengenai Ramadhan 2026 melalui tautan ini.

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2026 atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Fitra Firdaus