Menuju konten utama

Aliansi Transportasi Jabar Menduga Aksi Mogok Diprovokasi

Menurut Ketua WAAT Anton Ahmad Fauzi, aksi mogok yang dilakukan oleh sejumlah pengemudi angkot telah melanggar kesepakan audiensi bersama Pemprov Jabar.

Aliansi Transportasi Jabar Menduga Aksi Mogok Diprovokasi
(Ilustrasi) Sejumlah supir angkot sedang melakukan aksi mogok. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

tirto.id - Ketua harian Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi (WAAT) Jawa Barat, Anton Ahmad Fauzi menduga aksi mogok pengemudi Angkutan Kota (Angkot) di Bandung dan Cimahi pada Selasa (10/10/2017) disusupi provokator.

“Mogok dari berbagai jalur kayaknya disusupi oleh provokator, tadi baru Cimahi. Kemungkinan besar mogok di Bandung (disusupi) juga,” kata Anton melalui telepon seluler, Rabu (11/10/2017) seperti dikutip Antara.

Anton menjelaskan bahwa aksi mogok tersebut telah melanggar kesepakatan audiensi yang diikuti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar dan Kota, serta dari perwakilan WAAT.

Dalam audiensi sebelumnya menghasilkan kesepakatan untuk menangguhkan rencana mogok massal pada 10 hingga 13 Oktober di Gedung Sate, Kota Bandung. Namun kenyataannya, pada Selasa (10/10/2017) aksi mogok sudah terjadi.

“Tapi nyatanya tanggal 10 kemaren ada aksi mogok. Padahal di situ kita dan pemerintah sudah menyatakan sikap dan poin-poin surat pernyataan bersama sudah dinyatakan,” bebernya.

Anton juga mengimbau kepada sopir Angkot di Jawa Barat agar tetap beroperasi seperti biasa agar tak mengganggu aktivitas masyarakat. Ia juga menerima sejumlah laporan terkait banyaknya penumpang yang terlantar akibat aksi mogok kemarin.

Meski begitu, Anton tetap meminta pengemudi taksi online untuk menghentikan operasionalnya sampai ada penjelasan dari pemerintah pusat.

Sok benerin dulu regulasi, baru online bisa jalan dan kita juga gak akan demo. Kalau udah ada regulasi kemudian kita demo, berarti kita yang gak tahu diri. Sekarang mah mereka lah yang gak tahu diri,” jelas Anton.

Pada Selasa (10/10/2017) sebagian sopir Angkot di Bandung seperti jurusan Cicadas-Alun Alun, Ciwastra-Cijerah, Cicaheum-Kebon Kalapa, Riung Bandung-Dago, Soreang-Leuwi Panjang dan Ledeng-Margahayu terlihat melakukan aksi mogok massal di beberapa lokasi.

Para sopir Angkot tersebut memilih untuk tidak beroperasi. Meski begitu, ada pula yang terpaksa menurunkan penumpang di tengah jalan lantaran dicegat sesama rekan sopir untuk ikut mogok. Hal itu diungkapkan salah satu sopir Angkot yang enggan disebutkan namanya.

“Saya kemarin ikut gak jalan. Kalau dipaksain (beroperasi), saya takut terjadi apa-apa,” ujarnya.

Tak hanya di Bandung, aksi mogok juga terjadi di Cimahi. Beberapa Angkot yang ikut aksi di antaranya trayek Padalarang-Leuwi Panjang. Sopir trayek tersebut memilih untuk menepikan kendaraannya, bahkan sempat memberhentikan bus Damri sehingga membuat seluruh penumpang terpaksa turun.

Baca juga artikel terkait AKSI MOGOK KERJA atau tulisan lainnya dari Yandri Daniel Damaledo

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Nicholas Ryan
Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Yandri Daniel Damaledo