Alasan Menteri ESDM Tak Impor BBM terkait Kebakaran Kilang Balongan

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 5 April 2021
Dibaca Normal 1 menit
Menteri ESDM Arifin Tasrif menyebutkan alasan tak akan impor BBM terkait dengan dampak dari kebakaran Kilang Balongan.
tirto.id - Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengarahkan PT Pertamina (Persero) untuk mengoptimalkan kapasitas produksi kilang-kilang lain, seperti dari produksi Kilang Cilacap. Hal ini terkait upaya Pertamina untuk tetap mempertahankan kestabilan pasokan bahan bakar ke masyarakat usai insiden kebakaran Kilang Balongan beberapa waktu lalu.

"Kita harapkan kebutuhan dalam negeri bisa dipenuhi dari Pertamina sendiri," kata dia dalam keterangan resmi, Senin (5/4/2021).

Meski banyak pakar yang memprediksi Indonesia akan menutup kekurangan cadangan akibat kilang terbakar dengan impor BBM. Arifin mengatakan Pertamina masih bisa menutupi kekurangan apabila pasokan bahan bakar menipis untuk masyarakat akibat insiden ini.

Menteri Arifin juga meminta Pertamina untuk mengoptimalkan kapasitas produksi kilang-kilang lain yang dimiliki Pertamina.

Hingga akhir pekan lalu tepatnya 3 April 2021 kata Arifin, proses pemadaman dan pendinginan masih terus berlangsung. "Sekarang sedang dalam tahap proses penyelesaian. Masih dilakukan tindakan pemadaman yang ofensif. Selain itu juga dilakukan pendinginan terhadap minyak-minyak yang masih ada di dasar sehingga bisa diturunkan temperaturnya," terang dia.

Ia mengatakan, investigasi penyebab terjadinya insiden masih terus dilakukan pihak internal dan eksternal dari Pertamina.

"Dengan terjadinya peristiwa ini akan mengoptimalkan kapasitas produksi di kilang-kilang lain yang ada dengan memperhatikan standar keselamatan bekerja," ujar dia.

Sebelumnya, telah terjadi insiden kebakaran di Kilang Pertamina Balongan akibat tangki T-301G terbakar pada 29 Maret 2021 mulai sekitar pukul 00.45 dini hari.



Kebakaran merembet ke 3 unit tangki lainnya sehingga total 4 unit tangki terbakar (T-301E, T-301F, T-301G, dan T-301H). Pada saat kejadian tangki T-301E terisi 2.038 KL gasoline, tangki T-301G terisi 23.290 KL gasoline, sedangkan tangki T-301F dan T-301H kosong. Penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti dan proses penyelidikan sedang dilakukan pihak internal dan eksternal dari Pertamina.

"Investigasi mengenai penyebab terjadinya insiden ini masih dilakukan, masih dalam proses investigasi, kita pendalaman yang lebih dalam, memang ada data-data informasi awal tetapi tidak bisa dijadikan justifikasi langsung, kita butuh proses karena ada yang terlihat langsung ada yang tidak terlihat langsung," tambah Arifin.

Mengenai ketersediaan stok untuk kebutuhan masyarakat, PT Pertamina (Persero) menegaskan tidak akan terjadi kelangkaan.

"Masyarakat tidak perlu panik, pasokan BBM dalam keadaan aman. Yang terbakar hanya storage, bukan kilang. Sehingga kilang sudah dapat mulai di-start up dan selanjutnya dapat beroperasi secara normal. Balongan ini memasok ke Plumpang Jakarta dan Cikampek. Dan sampai sekarang pasokan dan distribusi aman," ujar VP Corporate Communication Pertamina Fauziah Usman.

Kilang Balongan merupakan salah satu kilang yang dimiliki PT Pertamina. Kilang dengan kapasitas pengolahan 125.000 bopd ini merupakan kilang dengan kompleksitas tertinggi di Indonesia (11,9 Nelson Index). Kilang ini mulai beroperasi sejak tahun 1994 ini mengolah 14 jenis crude domestik (87% input total) dan 3 jenis crude impor (13% input total). Produk yang dihasilkan kilang ini antara lain avtur, BBM (gasoline, diesel), LPG, petrokimia (propylene) dan produk samping lainnya.

Sebagian besar (82%) produk kilang Balongan disalurkan ke wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat, antara lain melalui Depot Plumpang dan Depot Cikampek.


Baca juga artikel terkait KEBAKARAN KILANG BALONGAN atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Maya Saputri
DarkLight