Akupresur bisa Merangsang Persalinan

Oleh: Aditya Widya Putri - 10 Mei 2018
Dibaca Normal 2 menit
Jangan cemas saat tanda persalinan tak kunjung datang. Jika kehamilan tak berisiko, Anda bisa lakukan induksi alami dengan akupresur.
tirto.id - Para ibu hamil kerapkali gelisah ketika sudah masuk Hari Perkiraan Lahir (HPL) namun tanda-tanda persalinan belum juga muncul. Jika sudah begini, banyak dokter justru menyarankan induksi medis yang penuh rasa sakit dan cenderung “memaksa” persalinan. Padahal, induksi dapat dilakukan secara alami dan minim sakit, salah satunya dengan teknik akupresur.

Contoh praktik akupresur diceritakan Bidan Yesie Aprillia dalam tulisannya di laman Bidan Kita. Seorang kliennya, Kumala, saat itu tengah hamil anak ketiga. Usia kehamilan yang telah memasuki 40 minggu 4 hari membuat sekelilingnya bertanya tentang kapan si jabang bayi dilahirkan. Hujan pertanyaan itu pun membikin Kumala stres sampai ia ogah keluar kamar.

Beragam asupan perangsang induksi sudah ia coba, mulai dari minum jus nanas, makan buah durian, kiwi, dan pepaya, tapi kontraksi tidak kunjung datang. Singkat cerita, meski bayinya dalam kondisi sehat, keluarganya memaksa Kumala memeriksakan bayinya ke rumah sakit. Dokter akhirnya melakukan induksi medis pada usia kehamilan 41 minggu.

Sayang, induksi yang dilakukan dokter gagal. Bayinya mengalami fetal distress, kondisi saat janin tidak menerima cukup oksigen sehingga mengalami sesak. Jika terus dibiarkan, kesehatan dan nyawa janin bisa terancam. Kejadian tersebut membuat dua pukulan besar pada Kumala: sudah harus merasakan sakit kontraksi luar biasa akibat induksi medis, persalinan lewat operasi caesar pun tak dapat ia hindari.

“Padahal, kondisi tiap-tiap orang berbeda, tapi tenaga kesehatan seringkali mengancam melakukan caesar ketika lewat HPL.”

Akupresur sebagai turunan dari akupuntur merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk meminimalisir kejadian-kejadian seperti Kumala. Yesie menjelaskan prinsip teknik ini hampir sama dengan akupunktur. Bedanya, jika akupunktur menggunakan jarum, akupresur menggunakan tekanan jari atau alat bantu tumpul lainnya. Pada ibu hamil, teknik akupresur dapat digunakan untuk merangsang induksi alami juga meredakan sakit dan mual di usia kehamilan muda.



Mi Kyeong Lee, dkk pada 2004 melakukan observasi terhadap 75 perempuan yang akan bersalin. Sebelumnya, mereka telah diberi terapi akupresur. Hasilnya menunjukkan 30-60 menit setelah intervensi, tindakan ini efektif mengurangi rasa sakit dan mempersingkat waktu persalinan.

Sebagai upaya preventif agar kehamilan tidak lewat periode HPL, idealnya ibu hamil melakukan akupresur seminggu sekali mulai umur kehamilan 36 minggu. Frekuensi terapi dapat ditingkatkan menjadi dua kali seminggu saat menginjak usia kehamilan 39 minggu. Teknik ini tak memakai pil, obat, perangsang, ataupun jarum, sehingga cenderung aman bagi ibu dan janin.

“Pada klien saya, teknik ini memiliki tingkat keberhasilan hingga 75 persen,” ujar bidan dan praktisi hypnobirthing dan gentle birth ini.

Jangan Lakukan Akupresur pada Kehamilan Berisiko


Akupresur membantu leher rahim menjadi matang dan melebar, membuat posisi bayi turun, serta kontraksi lebih cepat. Ibu hamil dapat melakukan terapi ini ketika mengalami tiga situasi utama. Pertama, ketika kehamilannya melewati HPL. Kedua, dalam proses persalinan namun ingin memperkuat serta membuat kontraksi lebih efektif. Ketiga, cairan ketuban pecah sebelum dimulainya persalinan fase aktif.

“Pastikan kehamilan berada di tingkat risiko rendah.”

Akupresur tak bisa dilakukan dengan kondisi kehamilan yang plasentanya terletak rendah, karena bisa meningkatkan risiko pendarahan. Begitu juga dengan hipertensi dan beberapa penyakit lain yang memiliki titik tekan terlarang. Namun, pada kehamilan minim risiko, teknik ini justru mempersingkat waktu persalinan hingga dua jam dibanding mereka yang tidak melakukannya.



Infografik Akupresur


Akupresur idealnya memang dilakukan oleh seorang terapis akupunktur kebidanan dan kandungan. Namun, terapis dengan spesialisasi tersebut terbilang langka di Indonesia. Menurut Yesie, jumlahnya bahkan tak mencapai 20 orang. Maka untuk mengakali keterbatasan terapis, Bidan Kita dan Hypnobirthing Indonesia melatih bidan-bidannya melakukan akupresur dasar untuk ibu hamil.

“Bidan-bidan kami telah diajarkan teknik akupresur dasar yang aman,” jamin Yesie.

Meski mampu memberikan jasa akupresur, Yesie tetap tak pelit ilmu. Ia bahkan bersedia dihubungi para ibu dan membuka sesi tanya jawab dalam kelas online di Bidan Kita. Edukasi tentang persalinan minim trauma termasuk teknik-teknik relaksasi seperti akupresur secara cuma-cuma ia bagikan.

Tujuannya jelas: untuk mengedukasi ibu dan pasangannya agar mampu menciptakan kehamilan dan persalinan nyaman. Para ibu yang domisilinya jauh dari praktisi pun dapat memberdayakan diri sendiri dan suaminya untuk membantu relaksasi dengan akupresur. Kata Yesie, titik-titik tekan dasar cenderung mudah dipelajari dan aman. Akupresur bisa dilakukan dengan penekanan di titik yang berlokasi di seluruh tubuh, mulai dari pergelangan kaki ke pantat, menuju ke tangan.

“Suami harus ngerti, karena kita tidak tahu kapan, misalnya ketuban pecah dini tiba-tiba. Dari pada bingung pembukaan belum datang, lebih baik lakukan akupresur,” tulisnya.

Caranya, Anda cukup memijat daerah antara pangkal tulang jempol dan pangkal tulang telunjuk tangan. Ada gerakan khusus untuk menambah kontraksi pada rahim, yakni dipijat searah jarum jam sebanyak 20-30 kali. Sebaliknya, untuk mengurangi kontraksi di rahim pemijatan dilakukan lawan arah jarum jam sebanyak 20-30 kali.

Namun, sekali lagi: pastikan kehamilan Anda bukan kehamilan yang berisiko.

Baca juga artikel terkait KEHAMILAN atau tulisan menarik lainnya Aditya Widya Putri
(tirto.id - Kesehatan)


Penulis: Aditya Widya Putri
Editor: Maulida Sri Handayani