Menuju konten utama

9.880 Warga Aceh Tengah Masih Terisolir akibat Jalan Terputus

Puluhan desa di wilayah pedalaman Aceh belum sepenuhnya pulih akibat kerusakan infrastruktur yang parah.

9.880 Warga Aceh Tengah Masih Terisolir akibat Jalan Terputus
Warga menggunakan Sling baja untuk melintasi sungai akibat jembatan sebelumnya yang telah putus karena bajir di kecamatan Ketol, Aceh Tengah. (Foto: Humas Pemerintah Aceh Tengah)

tirto.id - Sebanyak 9.880 jiwa warga Aceh Tengah hingga kini masih hidup dalam keterisolasian, meski telah 53 hari berlalu sejak bencana hidrometeorologi melanda daerah tersebut pada 26 November 2025 lalu.

Puluhan desa di wilayah pedalaman belum sepenuhnya pulih akibat kerusakan infrastruktur yang parah, sehingga membatasi mobilitas dan aktivitas warga.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Diskominfo Aceh Tengah per 17 Januari 2025, ribuan warga terdampak itu tersebar di lima kecamatan, yakni Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge, dengan kondisi akses jalan yang bervariasi, mulai dari terbatas hingga tidak dapat dilalui sama sekali oleh kendaraan.

Di Kecamatan Bintang, tercatat dua desa yang hingga saat ini belum bisa diakses oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sementara di Kecamatan Ketol, kondisi paling memprihatinkan terjadi dengan tujuh desa masih terisolir total, satu desa hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, dan satu desa lainnya baru bisa diakses kendaraan roda dua dan roda empat.

Keterisolasian juga dialami warga di Kecamatan Silih Nara, dimana dua desa belum dapat dijangkau kendaraan roda dua maupun roda empat.

Di Kecamatan Rusip Antara, terdapat empat desa yang aksesnya masih terbatas dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Sedangkan di Kecamatan Linge, lima desa lainnya juga masih bergantung pada akses roda dua.

Secara keseluruhan, terdapat 13 desa yang sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan roda dua, serta 21 desa yang belum dapat diakses kendaraan roda empat. Kondisi ini berdampak langsung terhadap distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aceh Tengah, Mustafa Kamal, menjelaskan bahwa terputusnya akses ke sejumlah desa tersebut disebabkan oleh kerusakan infrastruktur yang cukup berat.

“Terisolirnya desa-desa ini akibat jembatan putus, badan jalan yang amblas, serta jalan tertimbun longsor di banyak titik,” ujar Mustafa Kamal, Minggu (18/1/2026).

Meski demikian, upaya penanganan terus dilakukan. Menurut Mustafa, alat berat telah mulai diturunkan ke sejumlah lokasi terdampak untuk membersihkan material longsor dan membuka kembali badan jalan yang tertutup.

“Untuk beberapa ruas jalan yang mengalami amblas, saat ini sudah dilakukan rekayasa lalu lintas agar tetap bisa dilalui,” tambahnya.

Namun, lebih dari satu setengah bulan pascabencana, ribuan warga masih harus menghadapi keterbatasan akses yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan.

Situasi ini menegaskan pentingnya percepatan pemulihan infrastruktur, agar keterisolasian tidak berlarut dan semakin memperberat beban masyarakat Aceh Tengah yang terdampak bencana.

==========

Kontributor: Nadim

Penulis: Nadim

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya

tirto.id - Flash News
Editor: Bayu Septianto