Menuju konten utama

97 Ribu Calon Haji Indonesia Ambil Mikat di Bir Ali

Proses pengambilan mikat berjalan lancar. Tetapi ada beberapa kendala unik di lapangan, seperti jemaah yang hanya memahami bahasa daerah.

97 Ribu Calon Haji Indonesia Ambil Mikat di Bir Ali
Proses mikat makani di Masjid Bir Ali, Madinah. Dok: MCH 2025

tirto.id - Sebanyak 97 ribu jemaah calon haji Indonesia gelombang I telah mengambil mikat di Masjid Bir Ali, Madinah, hingga Jumat (22/5/2025). Selanjutnya, mereka melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk menunaikan umrah wajib dan mengikuti rangkaian ibadah haji.

"Alhamdulillah sampai Jumat ini akan datang 20 kloter atau sekitar delapan ribu jemaah. Kemarin [Kamis] sudah 89 ribu jemaah yang kita layani," ujar Kepala Sektor Bir Ali, Muhammad, Sabtu (24/5/2025).

Masjid Bir Ali merupakan lokasi mikat makani—batas untuk memulai ihram bagi jemaah yang datang dari arah Madinah. Lokasinya berada belasan kilometer dari Masjid Nabawi.

Muhammad menjelaskan, proses pengambilan mikat berjalan lancar. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) lebih mudah memantau jemaah Indonesia karena jemaah dari negara lain telah lebih dulu mengambil mikat.

Namun, ada beberapa kendala unik di lapangan, seperti jemaah yang tidak bisa berbahasa Indonesia dan hanya memahami bahasa daerah.

"Kami agak kesulitan mengarahkan dan sepertinya mereka takut dengan orang asing, padahal kami bilang bahwa kami petugas Indonesia. Akhirnya kami pendekatan melalui petugas yang bisa berbahasa daerah sama, akhirnya jemaah mau diarahkan," tuturnya.

Cuaca terik di Bir Ali juga menyebabkan sebagian jemaah lansia dan berisiko tinggi (risti) mengalami kelelahan. Petugas sektor pun sigap memberikan penanganan medis sebelum jemaah diberangkatkan ke Makkah.

Pelayanan di Bir Ali berlangsung dari pukul 07.00 hingga 18.00 Waktu Arab Saudi (WAS), dan terkadang masih berlanjut hingga waktu Isya sekitar pukul 21.00.

Ia menambahkan, petugas Sektor Bir Ali berjumlah 16 orang, terdiri atas 14 laki-laki dan dua perempuan. Mereka bekerja di kantor representatif yang difasilitasi khusus untuk Indonesia.

“Alhamdulillah komunikasi selama ini dengan negara Arab Saudi cukup baik, jadi memang hanya khusus Indonesia yang dapat pos seperti ini," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Fahreza Rizky

tirto.id - Flash News
Reporter: Fahreza Rizky
Penulis: Fahreza Rizky
Editor: Intan Umbari Prihatin