Menuju konten utama

6 Mahasiswa KKN UIN Walisongo Terseret Sungai Genting di Kendal

Kampus akan evaluasi pelaksanaan kegiatan KKN. Terutama soal keamanan, mitigasi risiko, dan pengawasan kegiatan lapangan.

6 Mahasiswa KKN UIN Walisongo Terseret Sungai Genting di Kendal
Ilustrasi Tenggelam. foto/istockphoto

tirto.id - Arus sungai yang mendadak deras menyeret mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Total ada enam orang yang hanyut di Sungai Genting, Kabupaten Kendal, Selasa (4/10/2025).

Para korban semuanya merupakan peserta kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kendal. Desa ini memiliki destinasi wisata arung jeram yang menawarkan aktivitas menyusuri Sungai Genting.

Menurut informasi, saat itu rombongan mahasiswa KKN sedang bermain air di aliran sungai. Kondisi di lokasi tidak sedang hujan, cuaca cerah. Namun, tiba-tiba debit air naik akibat kiriman dari hulu.

Tak ada yang menduga, suasana ceria itu berubah jadi kepanikan dalam hitungan detik. Mereka gelagapan. Sebagian berhasil mentas, tetapi nahas ada enam orang yang terseret arus. Itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

Tim gabungan dari BPBD Kendal, Kantor SAR Semarang, PMI Kendal, FRPB Kendal, serta relawan lain langsung terjun mencari korban.

Proses pencarian berlangsung dramatis, menyisir aliran sungai yang membentang hingga beberapa kilometer. Satu per satu korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Beberapa masih dicari hingga malam tiba.

Berdasarkan data dari BPBD, tiga korban hanyut ditemukan meninggal dunia. Ketiganya bernama Riska Amelia (21) warga Pemalang; Syifa Nadilah (21) warga Pemalang; Muhammad Labib Risqi (21) warga Pekalongan, Jawa Tengah.

Sementara tiga lainnya, per Selasa sore, masih dalam pencarian. Mereka adalah Muhammad Jibril Asyarofi (21) warga Jepara, Jawa Tengah; Nabila Yulian Dessi Pramesti (21) warga Bojonegoro; Bima Pranawira (21) warga Gresik, Jawa Timur.

"BPBD Kabupaten Kendal bersama tim gabungan masih melakuan evakuasi dan pencarian korban," ujar Kepala BPBD Jateng, Bergas Catursasi, Selasa (4/11/2025) sore. Saat dikonfirmasi malam hari, ia belum menjawab lagi.

Kabar duka itu cepat menyebar. Kampus UIN Walisongo Semarang langsung berduka. Ucapan belasungkawa mengalir deras di media sosial, dari mahasiswa, dosen, hingga alumni.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Nizar, M.Ag, menyampaikan rasa duka yang mendalam dan komitmen penuh universitas dalam penanganan musibah ini.

"Kami sangat berduka atas musibah yang menimpa mahasiswa UIN Walisongo di Kendal. Atas nama universitas, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban," ucapnya, Selasa malam.

Kampus Evaluasi KKN

Rektor menegaskan, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan KKN. Terutama terkait keamanan, mitigasi risiko, dan pengawasan kegiatan lapangan.

“Keselamatan mahasiswa adalah prioritas utama universitas," ujarnya.

Nizar menuturkan, KKN adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat, namun harus selalu dijalankan dengan kesiapsiagaan dan pertimbangan keselamatan yang matang.

Untuk kejadian laka air di Kendal, UIN Walisongo terus berkoordinasi dengan BPBD dan tim SAR untuk mendukung upaya pencarian serta mendampingi keluarga mahasiswa di lokasi.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian, UIN Walisongo telah mengambil beberapa langkah. Di antaranya menurunkan tim untuk mendampingi keluarga korban dan membantu proses pencarian di Kendal.

Keluarga besar UIN Walisongo memohon doa seluruh masyarakat agar korban yang masih dalam pencarian segera ditemukan, serta agar keluarga korban diberi kesabaran dalam menghadapi ujian ini.

Pihak kampus berkomitmen meninjau ulang secara menyeluruh prosesi KKN. "Kami lakukan evaluasi dan penguatan sistem keamanan kegiatan KKN di seluruh lokasi penugasan," janji Rektor.

Hanyutnya mahasiswa KKN di Kendal menjadi tragedi. Mereka datang ke desa untuk mengabdi, membawa ilmu dari kampus. Tak ada yang menyangka, pengabdian itu justru menjadi perjalanan terakhir mereka.

Baca juga artikel terkait TERSERET ARUS BANJIR atau tulisan lainnya dari Baihaqi Annizar

tirto.id - Flash News
Kontributor: Baihaqi Annizar
Penulis: Baihaqi Annizar
Editor: Siti Fatimah