Menuju konten utama

5 Gunung Api Berstatus Siaga Level III di Indonesia Terkini

Daftar gunung berapi aktif di Indonesia yang berstatus Level III atau Siaga. Salah satu gunung itu adalah Anak Krakatau yang erupsi pada 4-6 September.

5 Gunung Api Berstatus Siaga Level III di Indonesia Terkini
Kondisi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara hasil pemantauan tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Jumat (22/5/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi/am.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebanyak lima gunung api di Indonesia saat ini berada pada status Level III atau Siaga. Status tersebut menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik sehingga masyarakat di sekitar gunung api diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.

Status Siaga merupakan satu tingkat di bawah Level IV atau Awas dalam sistem peringatan aktivitas gunung api di Indonesia. Pada level ini, potensi erupsi maupun bahaya vulkanik perlu menjadi perhatian serius, terutama bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di kawasan rawan bencana.

Berdasarkan pemantauan aktivitas gunung api, kelima gunung yang berstatus Siaga tersebut tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, mulai dari Pulau Sumatera, Jawa, hingga Nusa Tenggara. Aktivitas masing-masing gunung juga berbeda, sehingga radius dan bentuk rekomendasi bahaya yang diberlakukan tidak selalu sama.

5 Gunung Api Berstatus Siaga Level III di Indonesia

Berdasarkan pemantauan dari Magma Indonesia hingga Senin (7/9/2026), terdapat lima gunung api di Indonesia yang masih berstatus Level III atau Siaga, yakni Gunung Anak Krakatau, Sinabung, Semeru, Merapi, dan Lewotobi Laki-laki.

1. Anak Krakatau

Erupsi masih menjadi perhatian setelah aktivitas erupsi pada awal September. Aktivitas erupsi Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, berlangsung menerus sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan telah berakhir pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.

Rekaman letusan dari atas perahu dan getaran yang dirasakan warga di wilayah Banten dan sekitarnya juga viral di media sosial. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak mendekati kawah aktif dalam radius 3 km.

Gunung Anak Krakatau naik dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada 2 Juli 2026 pukul 16.30 WIB. Kenaikan status dilakukan setelah pemantauan menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik, termasuk kegempaan, deformasi, dan aktivitas permukaan.

Gunung Anak Krakatau

Letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, wilayah Provinsi Lampung. foto/ANTARA

2. Sinabung

Status Siaga ditetapkan sejak 31 Agustus 2026 setelah terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang terpantau melalui pemantauan visual dan instrumental.

Hingga 6 September, asap kawah Sinabung teramati putih dengan intensitas tebal dan ketinggian sekitar 300-500 meter di atas puncak kawah.

Pada 6 September, PVMBG juga memperbarui zona rekomendasi sehingga radius sektoral untuk arah selatan-tenggara dikurangi dari 6 km menjadi 5 km. Perubahan tersebut memungkinkan warga Desa Kuta Tengah mulai kembali ke rumah pada 7 September, meski pemantauan dan kesiapsiagaan tetap dilakukan.

3. Semeru

Gunung Semeru saat ini berstatus Level III (Siaga) sejak 29 November 2025. Sebelumnya Semeru berada di Level IV (Awas), kemudian diturunkan setelah evaluasi menunjukkan aktivitas mengalami penurunan dan tidak terdapat indikasi peningkatan suplai magma baru dari kedalaman.

Semeru masih mengalami erupsi. Pada 7 September 2026 pukul 04.50 WIB, tercatat erupsi dengan amplitudo maksimum 17 mm dan durasi 112 detik. Pada pengamatan pagi hari, puncak Semeru tertutup kabut sehingga visual letusan tidak terlihat.

4. Gunung Merapi

Gunung Merapi telah berada pada Level III (Siaga) sejak 5 November 2020. Status tersebut ditetapkan berdasarkan peningkatan aktivitas vulkanik Merapi pada saat itu dan masih dipertahankan hingga sekarang.

Aktivitas kegempaan Merapi masih cukup tinggi. Dalam periode 6 September 2026 pukul 00.00-24.00 WIB, tercatat 64 kali gempa guguran dan 66 kali gempa hybrid/fase banyak.

Sementara pada pengamatan 7 September pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat 13 gempa guguran dan 19 gempa hybrid. Data tersebut menunjukkan aktivitas Merapi masih berkaitan dengan proses suplai magma dan pergerakan material di tubuh gunung.

5. Gunung Lewotobi Laki-laki

Gunung Lewotobi Laki-laki berstatus Level III (Siaga) sejak 12 Mei 2026 . Sebelum kenaikan status, aktivitas kegempaan dalam meningkat signifikan. Pada awal Mei, gempa Vulkanik Dalam tercatat sekitar 21-32 kejadian per hari dan mengindikasikan adanya suplai magma atau fluida magmatik dari kedalaman.

Pada pengamatan 6 September, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut. Tercatat 2 gempa embusan, 2 tremor non-harmonik, 2 gempa frekuensi rendah, dan 15 gempa tektonik jauh. Gunung ini tetap Level III dan masyarakat direkomendasikan tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari pusat erupsi.

Baca juga artikel terkait GUNUNG ANAK KRAKATAU atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Flash News
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Abdul Aziz