Menuju konten utama

476 KK Warga Agam Korban Bencana Mau Tinggal di Hunian Sementara

Hunian sementara ini menjadi lokasi tempat tinggal korban terdampak bencana Sumatra sambil menunggu selesainya dibangun hunian tetap.

476 KK Warga Agam Korban Bencana Mau Tinggal di Hunian Sementara
Foto udara kondisi rumah yang rusak akibat banjir bandang di Tanjung Raya, Agam, Sumatera Barat, Jumat (5/12/2025). BPBD Kabupaten Agam mencatat, bencana hidrometeorologi yang terjadi di 16 kecamatan setempat mengakibatkan 721 unit rumah rusak berat, 253 unit rusak sedang, dan 404 unit rusak ringan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/foc.

tirto.id - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam, Sumatra Barat mencatat sebanyak 476 dari 539 kepala keluarga korban bencana alam di daerah itu bersedia tinggal di hunian sementara yang segera dibangun.

"476 kepala keluarga ini telah menandatangani surat pernyataan tinggal di hunian sementara," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Agam, Rinaldi, di Lubuk Basung, Senin (15/12/2025) dilansir dari Antara.

Ia mengatakan 476 KK itu tersebar di Kecamatan Palembayan sebanyak 225 KK. Mereka akan ditempatkan di hunian sementara yang di SDN 05 Kayu Pasak Nagari atau Desa Salareh Aia dan lapangan bola voli Batu Mandi Nagari Salareh Aia Timur.

Sementara di Kecamatan Tanjung Raya terdapat 183 KK akan direlokasi ke hunian sementara di Linggai Park Nagari Duo Koto.

Sedangkan Kecamatan Ampek Koto terdapat 54 kepala keluarga direlokasi ke hunian sementara di lahan DOB Nagari Balingka.

Setelah itu, Kecamatan Malalak 14 kepala keluarga direlokasi ke hunian sementara di lapangan lampeh Jorong Bukik Malanca, Nagari Malalak Timur.

"Data ini merupakan hasil validasi dari pemerintah nagari. Untuk lahan telah kami tinjau bersama camat dan wali nagari," katanya.

Ia menambahkan total warga rumahnya rusak berat, tinggal di zona merah di sepanjang aliran sungai dan tepi bukit berpotensi longsor sebanyak 539 kepala keluarga. Namun yang bersedia direlokasi hanya 476 dan 63 kepala keluarga tidak mau direlokasi.

Dalam waktu dekat bakal pemda akan melakukan survei detail ke masing-masing lokasi, karena pembangunan segera dilakukan bekerja sama dengan TNI. Untuk bahan bangunan datang ke lokasi dalam Minggu ini, karena bahan bangunan ada dari Jakarta dan Padang.

"Sesampai di lokasi langsung dibangun hunian sementara dan ditargetkan selesai menjelang akhir Desember 2025," katanya.

Ia mengakui hunian sementara dengan tipe 21, memiliki dapur, jalan dan lainnya dan dana berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hunian sementara ini menjadi lokasi tempat tinggal korban menjelang hunian tetap (huntap) selesai dibangun.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto