Menuju konten utama

36 Militan ISIS Tewas Akibat Bom Non-nuklir di Afghanistan

Sebanyak 36 terduga militan ISIS tewas di Afghanistan ketika Amerika Serikat menjatuhkan "ibu dari segala jenis bom" yang merupakan bom non-nuklir terbesar yang pernah dijatuhkan dalam peperangan.

36 Militan ISIS Tewas Akibat Bom Non-nuklir di Afghanistan
Pasukan keamanan Afganistan memeriksa lokasi ledakan di Kabul, Afganistan, Rabu (28/12). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammad Ismail.

tirto.id - Amerika Serikat menjatuhkan bom non-nuklir terbesar GBU-43/B MOAB yang pernah digunakan militer AS di Afghanistan, Kamis (13/4/2017) waktu setempat. Akibat bom tersebut, sekitar 36 terduga militan ISIS dilaporkan tewas.

Serangan bom yang diluncurkan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengutus delegasi tingkat tingginya ke Kabul di tengah ketidakpastian mengenai rencananya untuk sekitar 9.000 tentara AS yang ditempatkan di Afghanistan.

Jumlah militan tewas itu belum terverifikasi secara independen. Namun juru bicara kementerian pertahanan Afghanistan Dawlat Waziri memastikan tidak ada korban sipil dalam ledakan superbesar yang menyasar jaringan gua dan terowongan itu.

“Tidak warga sipil yang terluka dan hanya pangkalan yang digunakan Daesh (ISIS) untuk dipakai meluncurkan serangan-serangan ke berbagai bagian provinsi yang dihancurkan,” kata Waziri seperti dikutip kantor berita Antara dari Reuters.

ISIS di Afghanistan terkonsentrasi di daerah timur dan kerap melancarkan serangan maut ke Kabul.

"Ibu dari segala bom" bernama resmi bom GBU-43 itu memiliki berat 9,7 ton yang memuat 11 ton bahan peledak. Bom ini dijatuhkanb dari pesawat MC-130 di distrik Achin di Provinsi Nangarhar yang berbatasan dengan Pakistan, kata juru bicara Pentagon Adam Stump.

Bom ini dipandu oleh GPS dan belum pernah digunakan dalam pertempuran sejak diujicoba pada 2003. Bom ini menimbulkan asap seperti cendawan yang bisa terlihat dari jarak 32 km.

Baca juga artikel terkait ISIS

tirto.id - Politik
Sumber: antara
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Abdul Aziz