Menuju konten utama

1 Korban Ambruknya Jembatan Kalierang di Tegal Meninggal Dunia

Korban bernama bernama Khalal Fathuji menghembuskan napas terakhir di RSUD Dr Soeselo Slawi pada Selasa (16/9/2025) pukul 18.45 WIB.

1 Korban Ambruknya Jembatan Kalierang di Tegal Meninggal Dunia
Direktur RSUD Dr. Soeselo Slawi, Tegal. tirto.id/Itsma/
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Salah seorang korban ambruknya Jembatan Kalierang di perbatasan Desa Karangjambu dan Desa Cilongok, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, meninggal dunia. Korban bernama bernama Khalal Fathuji menghembuskan napas terakhir di RSUD Dr Soeselo Slawi pada Selasa (16/9/2025) pukul 18.45 WIB.

Sebelum meninggal, korban sempat menjalani operasi kraniotomi untuk pengangkatan tulang kepala. Direktur RSUD Dr Soeselo Slawi, dr Guntur M Taqwin, mengatakan pasien masuk rumah sakit sekitar pukul 16.00 WIB dengan kondisi tidak sadar.

“Pasien langsung ditangani dan dilakukan pemeriksaan CT-Scan. Ditemukan adanya perdarahan otak serta retak pada tengkorak kepala. Setelah distabilisasi di ICU, operasi dilakukan pukul 19.00 WIB oleh tim dokter bedah saraf dan anestesi,” kata dr Guntur, Rabu (17/9/2025).

Dokter Spesialis Anestesi, dr Budi Hartanto, Sp.An, menambahkan pasien mengalami cedera kepala berat dengan penurunan kesadaran.

"Pasien masuk ICU sekitar pukul 18.00 WIB, kemudian dilakukan operasi sekitar 1,5 hingga 2 jam. Ditemukan perdarahan otak cukup banyak, sekitar 300-500 cc. Pascaoperasi, pasien tetap dirawat dengan ventilator, namun kesadaran tidak kunjung membaik,” katanya.

Menurut dr Budi, kondisi otak pasien mengalami pembengkakan cukup luas hingga bergeser ke garis tengah.

“Sejak awal dibawa ke rumah sakit, pasien memang tidak pernah sadar. Dari CT-scan terlihat ada retakan di tengkorak sebelah kanan dan perdarahan besar di dalam kepala,” jelasnya.

Pihak rumah sakit juga telah menyampaikan kondisi kritis korban kepada keluarga sejak awal.

"Dari pagi kami sudah memperkuat keluarga bahwa kondisi pasien memburuk. Nafasnya 100 persen dibantu ventilator. Sementara itu setelah meninggal, jenazah dipulangkan sekitar pukul 19.30 WIB tadi malam," kata dr Guntur.

Terkait pembiayaan, pihak rumah sakit memastikan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan. "Insya Allah biaya ditanggung BPJS Ketenagakerjaan. Tidak ada isu pulang paksa, karena pasien memang dalam kondisi memburuk hingga akhirnya meninggal dunia,” tegasnya.

=====

Tegalterkini.id adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait JEMBATAN AMBRUK atau tulisan lainnya dari Tegalterkini.id

tirto.id - Flash News
Kontributor: Tegalterkini.id
Penulis: Tegalterkini.id
Editor: Siti Fatimah