Zaini Abdullah: Partai Aceh Sudah Melenceng!

- 21 Maret 2016
Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, menyebut bahwa partai politik yang selama ini menaunginya, yakni Partai Aceh, sudah melenceng dari kesepakatan. Oleh karena itu, Zaini Abdullah mempertimbangkan untuk hengkang dari partai tersebut dan bersiap maju ke Pemilihan Gubernur (Pilgub) Aceh 2017 melalui jalur independen.
tirto.id - Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, menyebut bahwa partai politik yang selama ini menaunginya, yakni Partai Aceh, sudah melenceng dari kesepakatan. Oleh karena itu, Zaini Abdullah mempertimbangkan untuk hengkang dari partai tersebut dan bersiap maju ke Pemilihan Gubernur (Pilgub) Aceh 2017 melalui jalur independen.

"Partai yang menaungi saya sekarang sudah melenceng dari aturan yang sebelumnya pernah disepakati, maka saya memilih (maju ke Pilgub Aceh 2017) melalui jalur independen," tandas Zaini Abdullah di Pidie Jaya, Aceh, Minggu (20/3/2016).

Untuk itu, Zaini Abdullah meminta kepada masyarakat Aceh untuk mendukungnya agar bisa lolos sebagai calon independen di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh 2017 medantang.

"Kita perlu setidaknya minimal 160 ribu kartu tanda penduduk (KTP) untuk memastikan syarat agar lolos sebagai salah satu calon independen pada Pilkada tahun 2017 ini," ujar Zaini Abdullah.

Zaini Abdullah terpilih menjadi Gubernur Aceh pada pilkada tahun 2012 lalu sebagai calon yang diusung oleh Partai Aceh. Pria kelahiran Pidie tanggal 24 April 1940 ini sebelumnya dikenal sebagai Komandan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang kemudian memutuskan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam Pilkada Aceh 2012 silam, Zaini Abdullah berpasangan dengan Muzakir Manaf alias Mualem yang juga berasal dari GAM. Mereka akhirnya terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh untuk periode 2012-2017 setelah mengantongi suara terbanyak dengan perolehan 1.327.695 suara atau sebesar 55,75%.

Baca juga artikel terkait ACEH atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - )

Reporter: Iswara N Raditya
Penulis: