tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja sektor pariwisata terus menunjukkan tren positif pada Mei 2026. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) secara kumulatif sepanjang Januari–Mei 2026 mencapai 6,07 juta kunjungan atau meningkat 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. BPS menyebut capaian tersebut menjadi yang tertinggi sejak 2020.
Pada Mei 2026 saja, total kunjungan wisman mencapai 1,38 juta kunjungan, naik 10,69% dibandingkan bulan sebelumnya dan meningkat 5,83% secara tahunan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.193.552 kunjungan berasal dari pintu masuk utama, sedangkan 188.535 kunjungan melalui pintu masuk perbatasan.
Meski mencatat pertumbuhan, paparan BPS juga menunjukkan kunjungan wisatawan asing masih terkonsentrasi pada pasar tertentu. Wisatawan pemegang paspor Malaysia menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 21,58%, disusul Australia sebesar 11,23% dan Singapura sebesar 9,89%.
BPS juga menyebut peningkatan kunjungan wisatawan dari Malaysia dan Singapura terjadi baik secara bulanan maupun tahunan. Sementara wisatawan Australia meningkat secara tahunan.
Selain itu, pintu masuk utama wisatawan mancanegara masih didominasi melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. BPS menyampaikan bahwa kunjungan melalui bandara tersebut terutama didominasi oleh wisatawan pemegang paspor Australia.
Di sisi lain, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) juga mengalami peningkatan. Pada Mei 2026 jumlah perjalanan wisnus mencapai 106,16 juta perjalanan atau naik 8,83% secara bulanan dan 8,69% dibandingkan Mei 2025. Secara kumulatif, sepanjang Januari–Mei 2026 jumlah perjalanan wisnus mencapai 523,22 juta perjalanan, meningkat 2,86% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sekaligus menjadi capaian tertinggi sejak 2021.
Data tersebut menunjukkan sektor pariwisata nasional terus bertumbuh. Namun, komposisi asal wisatawan mancanegara yang masih didominasi beberapa negara serta konsentrasi pintu masuk melalui Bali mengindikasikan bahwa pemerataan sumber pasar dan destinasi wisata masih menjadi tantangan dalam pengembangan pariwisata Indonesia.
Penulis: Putri Az Zahra
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






































