Menuju konten utama

Wapres Akan Temui Duta Besar Jepang Bahas Kereta Jakarta-Surabaya

Pertemuan antara Wapres Jusuf Kalla dengan perwakilan JICA serta Duta Besar Jepang untuk membahas proyek kereta Jakarta-Surabaya.

Wapres Akan Temui Duta Besar Jepang Bahas Kereta Jakarta-Surabaya
Ilustrasi. Wapres Jusuf Kalla didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

tirto.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) akan menemui perwakilan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii untuk membahas revitalisasi rel yang akan dipakai lintasan kereta api kecepatan sedang Jakarta-Surabaya.

"Ya, tentu komunikasi, diskusi tentang itu, kita 'kan sudah 'double track', hanya beberapa tempat yg harus diperbaiki begitu 'kan," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Menurut Wapres, bagian yang masih menjadi hambatan untuk memulai proyek kereta menengah Jakarta-Surabaya berada di perlintasan sebidang sehingga perlu tambahan lintasan dengan membangun jalan layang "flyover" atau lintas bawah "underpass" sehingga perlu didiskusikan dengan JICA selaku penyandang dana.

Terkait revitalisasi rel tersebut, Wapres juga telah memanggil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Selasa (12/12/) siang.

"Ya, saya minta rencana itu, program itu dipercepat, harus biayanya efisien, tapi bagus, dan kecepatannya dijaga sehingga orang ke Surabaya itu kecepatannya bisa 5,5 jam, 6 jam, sudah sampai dan sebaliknya begitu," kata Wapres.

Wapres juga mengharapkan revitalisasi rel itu sudah dapat dimulai pada awal 2018 dan keseluruhan proyek kereta api kecepatan sedang Jakarta-Surabaya dapat dimulai pertengahan 2018.

"Sekarang lagi dia kerjakan dia punya DED-nya," kata JK menyebut DED singkatan dari "Detail Engineering Design" proyek tersebut.

Diwawancarai terpisah, Menpupera Basuki Hadimuljono mengatakan telah menyampaikan kepada Wapres bahwa terdapat beberapa opsi revitalisasi rel, yakni "existing gauge" atau "rel yang sudah ada", "narrow gauge" (membangun jalur baru di sebelah rel lama), dan "standard gauge" yang membangun jalur baru dengan rel berukuran lebih lebar.

"Pak Wapres akan ketemu sendiri dengan Duta Besar Jepang, dengan JICA untuk diskusi, karena studi JICA-nya ada beberapa opsi dan beliau ingin menyampaikan ide, pasnya seperti apa. Beliau sendiri yang akan bicara," kata dia.

Baca juga artikel terkait PROYEK KERETA CEPAT

tirto.id - Ekonomi
Sumber: antara
Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Yandri Daniel Damaledo