Menuju konten utama

Wamensos Ajak Gen Z Hingga Parpol Ikut Mengentaskan Kemiskinan

Wamensos Agus Jabo mengajak semua pihak, termasuk parpol hingga Gen Z, ikut bersinergi mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia.

Wamensos Ajak Gen Z Hingga Parpol Ikut Mengentaskan Kemiskinan
Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Syukuran HUT ke-11 Partai Persatuan Indonesia (Perindo) di Discovery Ancol, Jakarta, pada Senin (3/11/2025). Wamensos meminta seluruh pihak mulai dari parpol hingga Generasi Z bersinergi mengentaskan kemiskinan. (FOTO/dok.Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, menyerukan kolaborasi lintas elemen bangsa—dari partai politik hingga Generasi Z—untuk bersama-sama mengatasi masalah kemiskinan, selaras dengan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Ajakan tersebut ia sampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan perayaan HUT ke-11 Partai Persatuan Indonesia (Perindo) di Discovery Ancol, Jakarta, Senin (3/11/2025).

"Tugas kita adalah membantu Pak Presiden supaya masyarakat Indonesia bisa tertawa bahagia,” ujar dia.

Agus Jabo menjelaskan di antara program utama Presiden Prabowo saat ini adalah Koperasi Desa Merah Putih, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Sekolah Rakyat. Dari ketiga program itu, Kementerian Sosial (Kemensos) menerima mandat agar menjalankan Sekolah Rakyat sebagai langkah strategis memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

“Anak-anak dari keluarga miskin harus dijemput oleh negara, diambil dari lingkungannya, dan dibebaskan dari habitat kemiskinan mereka,” ujar dia menjelaskan konsep program Sekolah Rakyat.

Menurut Agus Jabo, pelaksanaan program itu memerlukan kerja sama lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, sektor swasta, hingga partai politik.

"Sinergi yang dimaksud tak hanya antar-kementerian, tetapi juga antara pemerintah pusat dan daerah, serta melibatkan berbagai pihak lain, termasuk partai politik," kata dia.

Wamensos juga menekankan pentingnya peran Generasi Z, mereka yang lahir antara 1997 hingga 2012—dalam membangun kepedulian sosial.

Dia menegaskan, Gen Z harus memahami persoalan-persoalan bangsa, jangan hanya sibuk dengan urusan pribadi atau kesenangan sendiri, juga harus memiliki kepedulian sosial dan memiliki sikap sosial. "Supaya lingkungan di sekitarnya juga bisa meningkat derajatnya, tidak terus-menerus berada dalam kemiskinan," kata Agus Jabo berpesan.

Dia menilai, semangat dan idealisme Gen Z dapat menjadi modal penting untuk mendukung upaya penghapusan kemiskinan ekstrem. Mereka diharapkan dapat berperan aktif bersama pemerintah dan berbagai pihak lainnya, dengan semangat kolaborasi dan kepedulian sosial yang tinggi. Agus Jabo menekankan, Gen Z harus terus berproses dan berkembang, karena di tangan merekalah masa depan kepemimpinan bangsa akan dilanjutkan.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa Kemensos kini telah mengubah pendekatan penanganan kemiskinan, yakni dari perlindungan sosial menjadi pemberdayaan sosial agar masyarakat mampu mandiri.

Untuk itu, Agus Jabo mengajak semua unsur bangsa, termasuk parpol seperti Perindo, agar mengambil peran aktif dalam mendorong kemandirian masyarakat.

"Karena Perindo juga punya instrumen yang cukup kuat, kalau kita bisa bersinergi, partisipasi untuk mengentaskan kemiskinan dan menghapus kemiskinan ekstrem itu bisa benar-benar terwujud," katanya.

Kemensos juga terus menggencarkan program pemberdayaan bagi penerima bantuan sosial dan peserta Program Keluarga Harapan (PKH), agar mereka bisa bertransformasi menjadi pelaku ekonomi mandiri.

"Tujuannya supaya mereka punya penghasilan sendiri, bisa berdaya, dan mandiri. Siapa yang mau bekerja, kami bantu dengan membuka lapangan pekerjaan. Siapa yang mau berusaha, kami bantu dengan menyediakan akses dan peluang usaha," tegas Agus Jabo.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis