Menuju konten utama

Update Info Banjir & Titik Lokasi di Jakarta, Semarang, Sukabumi

Simak update info banjir hari ini, Rabu (29/10) di Jakarta, Semarang, & Sukabumi dan upaya penanganan dari pemerintah setempat.

Update Info Banjir & Titik Lokasi di Jakarta, Semarang, Sukabumi
Ilustrasi Banjir. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Update info banjir hari ini, Rabu, 29 Oktober 2025 dan titik lokasi di Jakarta, Semarang, dan Sukabumi. Sebanyak 1.835 jiwa di Kecamatan Cisolok dan Cikakak, Sukabumi dilaporkan terdampak banjir.

Sejumlah wilayah di Indonesia didominasi mengalami bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan tanah longsor selama memasuki awal musim hujan.

Menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan diperkirakan meningkat di berbagai wilayah dalam sepekan ke depan (28 Oktober – 3 November 2025).

Hal ini disebabkan karena aktivitas fenomena atmosfer seperti MJO, Gelombang Rossby Ekuator, dan Gelombang Kelvin yang secara bersamaan melewati wilayah Indonesia menjadi pemicu hujan lebat di sejumlah wilayah.

Update Info Banjir di Jakarta Hari Ini

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah bersiap menghadapi potensi bencana banjir dengan menyiagakan pompa, pengerukan badan air hingga optimalisasi sistem drainase dan waduk.

Per 17 Oktober 2025, Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan 560 unit pompa permanen (stasioner) di 191 lokasi dan 627 unit pompa portable (mobile) yang disiagakan di lima wilayah kota administrasi.

Tak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta juga menyiagakan 3.908 personel pasukan biru di lapangan untuk melakukan pemantauan dan penanganan genangan secara cepat.

Melansir unggahan @bpbddkijakarta, cuaca di Jakarta hari ini, Rabu (29/10) diprediksi mengalami hujan ringan di beberapa wilayah seperti Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.

Sementara itu, wilayah Jakarta Selatan diprediksi mengalami hujan petir dengan suhu udara 24-31 derajat celcius dan wilayah Kepulauan Seribu diprediksi berawan.

Sementara itu, pantauan tinggi muka air per Rabu (29/10) pukul 08.00 WIB di seluruh pos terpantau normal atau siaga 4 kecuali Pasar Ikan yang berada di level Siaga 2 dengan tinggi muka air 175 cm.

Apabila kenaikan pintu air Pasar Ikan semakin meningkat, maka beberapa wilayah yang kemungkinan terdampak diantaranya Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol.

Kemudian, wilayah Kamal, Marunda, Cilincing, dan Kalibiru juga diperkirakan terdampak luapan pintu air Pasar Ikan.

Update Info Banjir di Semarang Hari Ini

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Semarang mengerahkan pompa air untuk mengatasi banjir di beberapa titik lokasi banjir di Kota Semarang. Pada Selasa (28/10), seluruh infrastruktur penanganan banjir diaktifkan dan beroperasi optimal.

DPU mengerahkan tiga unit pompa mobile dengan kapasitas total 2x250 liter per detik (lps) untuk membantu penanganan genangan area Pasar Waru dan sekitarnya

Kemudian, beberapa pompa kunci di wilayah rawan genangan banjir juga beroperasi penuh untuk mengendalikan debit air, seperti Pompa di Trimulyo, Genuk dan Jalan Majapahit.

Sementara itu, pompa di wilayah timur Semarang disiagakan 44 pompa dengan total kapasitas sekitar 14.196 lps yang mencakup delapan lokasi.

Berikut daftar pompa yang dioperasikan di Semarang untuk mengendalikan debitair hujan:

  • Kandang Kebo (Jalan Banjir Kanal): 6 unit pompa Submersible
  • Pasar Waru (Jalan Sawah Besar Raya): 3 unit Mobile Pump, dua beroperasi di malam hari.
  • Banjardowo (Jalan Genuksari - Karangroto): 2 unit Submersible
  • Jalan Purwosari IV dan Tambakrejo 1: dua unit Submersible
  • Tambakrejo 2: 1 unit Submersible
  • Tambakrejo 3: 1 unit Submersible).
  • Trimulyo (Jalan Trimulyo): 4 unit Submersible
  • Aspol (Jalan Asrama Polisi Kabluk): 2 unit pompa Submersible dan Mobile Pump.
  • Manggis: Pompa off (akan dioperasikan saat hujan)
  • Majapahit: Pompa off (akan dioperasikan saat hujan)
  • Plamongan Hijau: Pompa off (akan dioperasikan saat hujan)
  • Soekarno Hatta: Pompa off (akan dioperasikan saat hujan).

Update Info Banjir di Sukabumi

Bencana banjir dan tanah longsor pasca hujan dengan intensitas tinggi terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat sejak Senin (27/10). Banjir dengan ketinggian 20-200 sentimeter terjadi karena tanggul yang berada di Kecamatan Cisolok jebol.

Akibatnya, 612 kepala keluarga atau 1.835 jiwa di Kecamatan Cisolok dan Cikakak terdampak banjir. Sementara itu, 17 unit rumah dan satu akses jalan desa terdampak tanah longsor.

Bencana longsor tersebut terjadi di Kampung Pamokoan, Desa Sukarame, serta Kampung Cikondang, Desa Wangunsari.

Sedangkan, bencana banjir menerjang Kampung Tugu Cikahuripan, Kampung Marinjung, Desa Karangpapak, Kampung Cigoler, Desa Cisolok, Kampung Cikodang, Desa Wangunsari, Kampung Cikondang, Desa Karangpapak, dan Kampung Cikelat.

Menghadapi bencana tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke Sukabumi guna mempercepat penanganan bencana banjir dan tanah longsor.

Penanganan bencana juga melibatkan tim dari Badan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, TNI, Polri, dan unsur lainnya. Rencananya tim dari BNPB akan bergabung dengan unsur-unsur tersebut untuk mendirikan posko bencana, dapur umum, serta pos pengungsian bagi warga.

Baca juga artikel terkait BANJIR atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo