tirto.id - Hujan disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang di sejumlah wilayah di Kota Bandung, Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung mencatat terdapat 39 titik pohon tumbang dan dahan patah di berbagai kecamatan. Satu orang dinyatakan meninggal.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bandung Roby Darwan menuturkan, satu orang meninggal akibat pohon tumbang di Jalan Bojong Raya, Kecamatan Bandung Kulon. Pohon menimpa mobil Suzuki Carry yang dinaiki korban
“Kami mencatat sejumlah kejadian akibat cuaca ekstrem di Kota Bandung, termasuk satu korban laki-laki meninggal dunia,” kata Roby dihubungi kontributor Tirto, Jumat (3/4/2026).
Roby juga mengatakan sebagian pohon tumbang berdampak pada arus lalu lintas dan menutup jalan. Adapun titik terdampak antara lain kawasan Pasteur, Jalan Pagarsih, Jalan Jamika, dan beberapa ruas lainnya.
Dia menuturkan, tiga titik pohon tumbang di Pasteur sempat menghalangi akses menuju gerbang tol. Selain itu, beberapa wilayah yang telah ditangani yakni Jalan Taman Cibeunying Utara, Jalan Hegarmanah, dan lain-lainnya.
“Sebagian titik prioritas adalah, pohon menutup akses utama, pohon mengenai rumah, dan pohon mengenai kendaraan,” jelasnya.
BPBD Kota Bandung mengimbau agar warga waspada terhadap hujan disertai angin kencang, dan menghindari parkir di bawah pohon.
“Warga diminta waspada karena intensitas hujan dan angin kencang sedang meningkat. Saat angin kencang terjadi, segera berlindung dan hindari berada di dalam mobil karena berbahaya,” ujar dia.
Sebelumnya, Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan wilayah Bandung saat ini memasuki pancaroba, ditandai melemahnya angin baratan dan munculnya angin timuran yang menyebabkan atmosfer tidak stabil.
BMKG Bandung juga mencatat, hujan es juga melanda Kota Bandung pada Jumat dipicu masa peralihan dari musim hujan ke kemarau.
“Saat ini wilayah Bandung dan sekitarnya masih dalam periode musim hujan menuju masa peralihan musim,” kata Teguh dalam keterangan tertulis.
Kondisi ini memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem. Teguh menyebut, fenomena itu biasanya diawali udara panas pada siang hari, lalu hujan lebat mendadak, petir, serta angin kencang.
BMKG mencatat pembentukan awan sejak pukul 12.00 WIB serta telah mengeluarkan peringatan dini.
Hujan es terjadi singkat dengan kecepatan angin mencapai 42,6 km/jam, menyebabkan pohon tumbang di sejumlah titik Bandung Raya.
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id




























