Menuju konten utama

Trump Minta Delegasi Tak Buru-buru dalam Negosiasi dengan Iran

Trump minta delegasi AS tak tergesa-gesa dalam negosiasi dengan Iran. Kesepakatan hampir tercapai soal uranium dan Selat Hormuz.

Trump Minta Delegasi Tak Buru-buru dalam Negosiasi dengan Iran
Presiden AS Donald Trump berbicara setelah menandatangani perintah eksekutif tentang penipuan di Ruang Oval di Gedung Putih di Washington, DC, pada 16 Maret 2026. AFP/ANNABELLE GORDON
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta delegasinya untuk “tidak terburu-buru” dalam negosiasi penghentian perang dengan Iran.

Berdasarkan update terkini per Senin (25/6/2026), perundingan itu tampak menuju babak akhir untuk menghentikan perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Dinukil dari AP News, AS disebut tinggal selangkah lagi mencapai kesepakatan dengan Iran untuk menghentikan peperangan yang pecah sejak 28 Februari lalu. Isi kesepakatan ini diproyeksikan akan membuat Teheran menyerahkan persediaan uranium yang telah diperkaya mereka.

Dalam keterangannya pada Minggu (24/5), Trump menyebut bahwa jalannya negosiasi kini “berlangsung dengan tertib dan konstruktif”. Ia juga menyebut hubungan dengan Iran menjadi “jauh lebih profesional dan produktif”—klaim yang pernah diutarakan Trump sebelum diubahnya berkali-kali.

Meski begitu, Trump menyebut bahwa hal ini tak lantas membuat delegasi AS perlu bertindak dengan tergesa.

“Waktu ada di pihak kita,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di media sosial miliknya.

Pernyataan itu juga tampaknya telah jadi sikap penolakan Trump atas kritik dari sesama politikus Republik yang sebelumnya menginginkan AS melakukan pendekatan yang lebih keras.

Seturut NBC News,kerangka kesepakatan yang sudah hampir disepakati itu akan mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir dan melepaskan persediaan uranium yang telah diperkaya milik mereka. Kemudian, mekanisme teknis atas isu itu disebut akan ditetapkan lewat pembicaraan AS-Iran selama 60 hari ke depan.

Selain itu, pembukaan kembali Selat Hormuz juga disebut termuat dalam kesepakatan itu. Salah satu klausul kesepakatan diproyeksikan akan mengatur pembersihan ranjau dan dibukanya jalur sempit itu untuk navigasi bisnis.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut bahwa proposal perdamaian yang kini ada di meja perundingan telah “cukup solid”. Dalam keterangannya, Rubio menggambarkan negosiasi yang tengah berlangsung sebagai “sangat nyata, signifikan, dan berjangka waktu terkait masalah nuklir”.

“Proposal ini mendapat banyak dukungan di Teluk. Proposal ini mendapat banyak dukungan secara global. Setiap negara yang telah kita ajak berdiskusi memahami bahwa ini bukan hanya sangat masuk akal, tetapi juga hal yang tepat untuk dilakukan oleh dunia," katanya, dikutip dari Al Jazeera.

Beda Laporan Media Iran Terkait Poin Kesepakatan

Meskipun para pejabat pemerintahan Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran memuat perjanjian penyerahan persediaan uranium, namun hal ini dilaporkan secara berbeda oleh media Iran.

Media Pemerintah Iran mengutip para pejabat Teheran dan menyebut bahwa kesepakatan terbaru dengan AS akan memastikan pengaruhnya di Selat Hormuz. Laporan ini juga menyatakan bahwa kabar tentang penyerahan uranium adalah salah.

Terkait Selat Hormuz, media Iran tersebut mengutip pernyataan pejabat yang menyatakan bahwa kerja sama dengan AS tak akan membuat lalu lintas Hormuz berjalan seperti sebelum perang.

Sebelumnya, selama pertempuran berlangsung, Iran berulang kali telah mendorong pengaruhnya atas jalur penting perdagangan energi dan komoditas petrokimia itu. Mereka berupaya untuk menerapkan biaya bagi setiap kapal asing yang menggunakan perairan Hormuz sebagai jalur distribusi internasional.

Kesepakatan terbaru dengan AS juga disebut media Iran akan membuat sanksi minyak Teheran dicabut dan diakhirinya blokade AS atas pelabuhan mereka. Selat Hormuz kemudian baru akan dibuka pada taraf sebelum perang pada 30 hari setelah hal itu terjadi.

Penutupan Selat Hormuz selama ini telah menimbulkan dampak signifikan pada perekonomian dunia. Lumpuhnya jalur bagi seperlima komoditas energi dunia telah menyebabkan kenaikan harga di banyak negara, termasuk AS dan bahkan Indonesia.

Dampak itu belum termasuk ribuan orang tewas karena serangan. Korban tewas dalam perang ini meluas di wilayah Teluk dan Israel.

Iran jadi yang paling terdampak dengan lebih dari 3.000 orang tewas karena perang, termasuk ratusan siswi sekolah putri di Minab pada hari pertama serangan.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Reporter: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dipna Videlia Putsanra