Menuju konten utama

TKN Target Kantongi Selisih 16 Juta Suara untuk Amankan Paslon 01

TKN memprediksi selisih 16 juta suara cukup untuk mengamankan posisi Paslon 01, sehingga tak mungkin terkejar.

TKN Target Kantongi Selisih 16 Juta Suara untuk Amankan Paslon 01
Relawan pendukung pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin mencukur gundul rambutnya di Taman Air Mancur, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/4/2019). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/wsj.

tirto.id - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga mematok selisih real count KPU hingga 16 juta suara untuk mengamankan posisi Paslon 01.

Berdasarkan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU rekapitulasi mencapai 568.616 (69,91037 persen) dari 813.350 TPS per Selasa (7/5/2019) pukul 14.30.03.

Paslon 01 memperoleh 60.294.077, sedangkan Paslon 02, Prabowo-Sandi 46.801243. Paslon 01 unggul 13.492.834 suara.

"Kemungkinan terkejar nggak [...] Mungkin kalau sudah 16 juta sudah aman," ujar dia kepada wartawan, Selasa (7/5/2019).

Menurut Arya, saat Paslon 01 mengantongi selisih 16 juta suara, posisinya keunggulannya diprediksi tak terkejar. Hal ini didasari prediksinya, partisipasi pemilih tidak mencapai 100 persen.

Menurut dia, dengan selisih tersebut, keunggulan Paslon 01 tak tersalip, meski Paslon 02 unggul di berbagai daerah.

Hanya beberapa daerah, kata dia, seperti Jawa Barat yang punya penduduk besar sampai 30 juta jiwa lebih yang berpeluang membuat suara Paslon 02 bertambah.

Arya juga memperkirakan nanti perolehan suara Jokowi-Ma'ruf akan mencapai 80 juta suara. Angka itu masih jauh dari 190 juta lebih DPT, tapi Arya menilai angka sudah cukup membuat Jokowi-Ma'ruf menang dari Prabowo-Sandiaga.

"Kan banyak yang Golput juga. Tapi kalau sudah segitu sudah susah tersusul," ujar dia.

Saat ini tahapan Pemilu 2019 pada rekapitulasi manual tingkat kabupaten/kota. Akhir rekapitulasi pada 22 Mei mendatang.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Felix Nathaniel

tirto.id - Politik
Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Zakki Amali