TKN Sebut Pemegang Kartu Pra Kerja Dapat Rp1 Juta Per Bulan

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 15 Maret 2019
Dibaca Normal 1 menit
Pemerintah akan mensubsidi Rp1 juta per bulan saat masa magang pemegang kartu Pra Kerja berakhir tapi belum dapat pekerjaan baru.
tirto.id - Capres nomor urut 01, Joko Widodo, berencana mengeluarkan kartu Pra Kerja jika terpilih sebagai presiden.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Irma Chaniago menjelaskan, secara rinci soal program terbaru pemerintah soal Kartu Pra Kerja.

Program ini, kata Irma, merupakan program lanjutan dari paket pelatihan magang dari Kementerian Tenaga kerja yang sudah terealisasi sejak 2018.

Irma memaparkan, sejumlah fasilitas yang diperoleh pemegang kartu Pra Kerja. Mulai penyaluran untuk magang, pelatihan hingga subsidi berupa gaji bulanan selama masyarakat yang sudah magang, namun belum mendapat pekerjaan baru.


"Pemerintahan saat ini kan fokus di SDM. Nah, untuk peningkatan sumber daya manusia agar bisa bersaing di pasar tenaga kerja nasional maupun internasional kan sudah ada yang namanya kartu prakerja. Kartu Pra Kerja itu yang nanti akan digunakan oleh masyarakat yang berpendidikan SMP SMA kuliah untuk bisa menambah ilmu untuk bisa menambah skill," kata dia kepada reporter Tirto, Jumat (15/3/2019).

Ia menjelaskan, nantinya akan ada pendataan masyarakat yang masuk program ini. Skema itu, kata dia, nanti akan dipilih sesuai kriteria, bagi masyarakat yang berusia produktif untuk magang dalam perusahaan swasta.

Selama magang, ujar dia, pemegang kartu Pra Kerja tidak mendapat subsidi dari pemerintah, karena pemegang kartu mendapat gaji dari perusahaan tampatnya magang.

Pemerintah akan mensubsidi saat masa waktu magang berakhir. Sambil menunggu mendapat pekerjaan baru, kata Irma, pemerintah akan mensubsidi pemilik kartu Pra Kerja sebesar Rp1 juta per bulan.

"Kartu Pra Kerja itu sangat bermanfaat sekali karena sekarang ini kita bersaing dengan Vietnam, Cina, Filipina dalam hal ketenagakerjaan. Kita selalu kalah dari skill bahasa. Nah itu yang akan digenjot oleh pemerintah. Jadi kita nanti tidak lagi mengirim tenaga kerja kita ke negara tujuan itu nggak sebagai tenaga kerja kelas rendah. Kita bisa mengirim orang dengan posisi yang jauh lebih baik," ujar dia.

Pemberian uang itu, kata Irma, ditujukan agar mereka dapat fokus mencari kerja dan tak perlu pusing-pusing bagaimana caranya memenuhi kebutuhan pokok pada saat tak ada pemasukan.

Kartu ini, kata dia, adalah semacam jaminan sosial hingga seseorang dapat memperoleh penghasilan tetap.

Sementara itu, mengenai usia dan skema pendataan, Irma mengaku formula ini akan disempurkan jika Jokowi terpilih sebagai presiden.

"Nanti akan dikaji lagi," kata dia.


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Politik)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Zakki Amali